Renungan

Renungan

Renungan hari Jumat, 3 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Jumat dalam pekan ke-5 Prapaskah. Sampaikanlah kebenaran.

Kebencian sering membawa orang jauh dari pikiran sehat. Inilah yang dialami oleh Nabi Yeremia dalam bacaan pertama hari ini. Mereka merencakan untuk menjerat Jeremia agar ia terjatuh dan dipermalukan. Namun janji Allah sangat luar biasa karena Allah akan selalu mendampingi dan melindungi mereka yang benar. Perlindungan Allah sangat jelas disampaikan oleh pemazmur bagaimana pengalamannya akan kehadiran Allah dalam hidup mereka. Perlakuan yang sama juga dialami oleh Yesus ketika mengatakan kebenaran akan siapa dirinya. Dan bahkan Yesus kembali akan dilempari dengan batu. Dimana hukum rajam (lempar baru) sebenarnya hanya bagi mereka yang berdosa berat. Nah Yesus dianggap sebagai penista Allah, karena menyebut diri sebagai anak Allah.

Lur yuk kita sadari bahwa kita juga sebagai anak-anak Allah karena pembaptisan. Jadikan diri kita sebagai mereka yang sederhana yang justru bisa memahami Yesus adalah Allah karena mereka menyadari pewartaan Yohanes. Nah apakah aku sungguh mengenal Yesus sebagai Anak Allah? Yuk dengan segala kerendahan hati kita masing2 untuk melunakan hari kita untuk menerima Yesus sebagai Anak Allah dan sang penyelamat kita dengan tetap hidup dalam kebenaran Allah. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Kamis, 2 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Kamis dalam pekan ke-5 Prapaskah. Pemenuhan janji.

Dalam bacaan pertama hari ini, kita melihat bagaimana saat Allah menjumpai umatNYA Abram dan membuat perjanjian dengan Abram. Allah mengingatkan agar Abram memegang perjanjian itu sampai turun temurun, jadi perjanjian Allah dengan Abram adalah berlaku untuk semua keturunannya. Dan dengan perjanjian itu nama baru diberikan kepada Abram menjadi Abraham. Melalui perjanjian itu Abraham tidak pernah kehilangan harapannya meski mengalami hal-hal yang tidak mungkin (belum punya anak dimasa tuanya, disuruh pindah dll) namun Abraham tetap taat dan tidak berhenti berharap. Yesus hari mengingatkan akan perjanjian itu kepada orang-orang Farisi, namun mereka kembali tidak mau menerima dan bahkan mempertanyakan bahkan mau membunuh Yesus dengan melempari dengan batu.

Lur janji kepada Abraham juga berlaku untuk kita sekarang ini. Namun yuk kita memeriksa diri apakah aku sudah merasakannya atau digenapi pada saya? Jangan sampai kita seperti orang-orang Farisi yang bahkan mau melempari batu ke Yesus karena kita punya/membangun alasan sendiri dan merasionalisasikannya dengan keadaan kita. Apakah imanku masih kuat dan nyata akan Yesus yang adalah Anak Allah, karena janji Allah itu akan terlaksana kalau aku beriman sungguh kepadaNYA. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Rabu, 1 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Rabu dalam pekan 5 Prapaskah. Muliakanlah Allah.

Dalam bacaan pertama hari ini kita melihat 3 tokoh Sadrakh, Mezah dan Abednego dalam masa Raja Nebukatnezar yang tidak mentaati aturan raja sehingga harus mendapatkan hukuman. Mereka bertiga menolak menyembah patung emas yang dibuat atas perintah Raja untuk disembah ketika bunyi-bunyian dimainkan. Sadrakh, Mezah dan Abednego tetap sujud Dan menyembah Allah. “Apabila kami akan diselamatkan oleh Allah yang kami sembah dari api yang menyala-nyala dan dari hukumanmu ya raja, Ia akan selamatkan, namun jika tidak, satu hal yang perlu raja ketahui kami tidak akan menyembah patung itu. Maka raja menjadi marah dan menyuruh memanaskan tungku api 7x lebih panas dari biasanya. Namun apa yang terjadi, Raja mendapati mereka berempat menari-nari dalam tungku api itu.

Lur sering dalam keseharian kita membiarkan Allah tidak disapa, kita sibuk dengan kegiatan diri, atau bahkan menghambakan diri bukan kepada Allah. Hal ini sebagaimana dikatakan Yesus kepada orang2 Farisi yang mengatakan mereka keturunan Abraham, namun tidak mengenali siapa Yesus sesungguhnya, ataukah mereka terlalu sombong? Yuk kita sejenak menyadari dan menaikkan kesadaran kita agar kita tetap punya waktu dan membuat waktu untuk Tuhan, melakukan amal kasih untuk mereka yang memerlukan dan terutama semakin menyadari kehadiran anggota keluarga yang merupakan anugerah dari Allah. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Selasa, 31 Maret 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Selasa dalam pekan 5 praPaskah. Tinggikanlah DIA

Dalam 2 bacaan hari ini berbicara tentang peninggian/menjadikan lebih tinggi. Musa diperintahkan Allah untuk membuat patung ular tedung dan meletakkan diatas tiang, maka siapa saja yang digigit ulang tedung itu sembuh asal memandang patung itu. Sementara Yesus mengatakan ketika Anak Manusia ditinggikan maka banyak orang akan menjadi percaya. Melihat ketempat yang lebih tinggi, dengan demikian mengajak kita semua untuk menyadari bahwa ternyata posisi kita itu adanya di bawah. Allah memaksa bangsa Israel untuk merendahkan diri mereka karena ketika mereka kekurangan sedikit hal saja, kembali mereka membanding2kan ke masa lalu dan akhirnya menghujat Allah. Mereka tidak bersyukur dan melupakan penyertaan Tuhan saat mereka dikejar melewati lait merah.

Lur banyak kali kita juga seperti bangsa Israel, kita banyak berkeluh kesah, kurang berterimakasih walau sebenarnya wajib, masih selalu merasa tidak tercukupi alias kurang, walau sebenarnya banyak makanan dan benda2 terbuang karena kedaluarsa atau tidak bisa lagi dipakai karena kuno, tidak sesuai lagi dengan ukuran badan yang ada. Yuk jangan sampai kita dipaksa dan terpaksa ditekuk kaki kita untuk berlutut dan bertelut memuji memuliakan Allah. Dipaksa memgatupkan kedua tangan untuk mensyukuri apa yang kita ada oleh keadaan. Yuk jangan kita meninggikan Yesus disalib untuk kedua kalinya, karena kesombongan, ketidakpercayaan, ketakutan, kemarahan, ketidakjujuran serta keangkuhan kita. Agar kita menerima keselamatan maka kita wajib berlutut dan menyembah DIA. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Senin, 30 Maret 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Senin dalam pekan ke-5 Prapaskah. Jangan berbuat dosa lagi.

Dalam kedua bacaan hari ini, disodorkan kepada kita bagaimana perempuan2 menjadi korban ketidakadilan. Susana mendapatkan ancaman dari dua orang tua-tua yang bertugas sebagai Hakim dan Jaksa untuk menuruti apa yang mereka mau atau akan difitnah. Susana tetap memilih untuk tidak berdosa kepada Allah dan menerima fitnah itu dan bahkan mau dihukum mati, namun bersyukur ada Allah yang menolong melalui Daniel. Perempuan ke-2 adalah tanpa nama tertangkap basah berzinah (lawan jenisnya tidak dibawa), dihadapkan ke Yesus oleh ahli-ahli Taurat dan tua-tua Farisi dengan disaksikan orang banyak untuk diadili. Layaklah wanita ini mendapatkan hukuman mati, namun Yesus hanya mengatakan silahkan yang tidak berdosa memulainya. Mereka semua pergi dan Yesus juga tidak menghukum.

Lur terkadang kita menjadi tua tua Yang dipercaya dan kaum Farisi yang mengadili orang lain tanpa memberikan kesempatan kepada yang diadili untuk membela diri. Sebagai pemimpin/kepala keluarga betapa mudah mengadili istri dan anak-anak untuk dinilai bersalah. Sebagai orang tua, tidak mudah menerima pendapat/cara anak-anaknya namun suka memakasakan kehendak. Sebagai anak-anak kita tidak bisa menerima cara kuno orangtua kita atau menganggap mereka ketinggalan jaman. Sifat ingin menang sendiri sering mendominasi hidup kita. Menanggapi ajakan Yesus dan Daniel, adalah untuk tidak mengadili orang lain tanpa dasar agar kita diadili dengan ketidakadilan. Yuk kita belajar cara Yesus yang mencintai pendosa namun tidak cinta dosa, memberikan kesempatan kepada yang lain untuk memperbaiki dan merubah tanpa menjatuhkan. Yuk kita kembangkan sikap pertobatan dan pengampunan dalam diri kita sendiri. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Minggu, 29 Maret 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Selamat hari Minggu, selamat merayakan kegembiraan berjumpa dengan Yesus melalui Ekaristi Kudus bersama keluarga dalam suasana yang kurang nyaman. Hari ini Minggu pekan 5 Prapaskah. Hidup baru.

Dalam bacaan pertama dikatakan bahwa Allah akan memberikan hidup baru bagi semua, agar kita semakin tahu dan menyadari bahwa Allah sungguh ada. Sementara hidup baru menurut Paulus adalah hidup yang dituntun oleh Roh dan hidup dalam Roh itu sendiri. Bagaimana caranya hidup dalam Roh Allah itu? Bacaan Injil hari ini mengundang kita belajar dari keluarga Lazarus. Belajar dari Martha yang memiliki sebuah perubahan Iman ketika Yesus mengatakan “Akulah kebangkitan dan kehidupan” dan juga belajar dari Yesus yang juga menangis berduka karena kematian Lazarus. Ketika Yesus menyuruh Lazarus keluar, sekaligus Ia juga menyuruh mereka melepaskan ikatan dan membiarkan pergi.

Lur semoga kita semua sudah menjadi manusia2 kebangkitan atau manusia2 baru. Kita tidak membuat orang lain menangis karena kita dalam dosa. Kita tidak perlu membuat Yesus “menyuruh orang lain” melepaskan ikatan karena kita mau dan rela melepaskan ikatan diri kita dengan dosa. Yuk di situasi yang tidak enak ini kita nikmati kebersamaan kembali kita dengan Tuhan melalui sakramen Tobat, menghidupi Sakramen2 dan hukum Tuhan secara baik dan benar. Saling mengampuni dan memaafkan dengan dan dalam anggota keluarga.  Mari kita mempersiapkan diri memasuki Pekan Suci. Salam sehat dan BERKAH DALEM. 

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC

Renungan

Renungan hari Sabtu, 28 Maret 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Sabtu dalam pekan 4 Prapaskah. Kagum

Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat bagaimana prajurit-prajurit yang ditugaskan oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat kembali dengan tangan hampa, tidak membawa Yesus secara fisik, namun mengubah pemahaman mereka. Prajurit-prajurit ini sudah berhadapan dengan Yesus sendiri, namun ketika mereka bertemu, mendengarkan perkataanNya, justru memberikan kekaguman dan justru sampai kepada kesimpulan “tidak pernah sebelumnya kami dengar orang berbicara dengan kuasa seperti orang ini”.

Lur mungkin semalem atau tadi pagi sempat menikmati berkat khusus dari Bapa Paus kita, bersyukurlah atas anugerah langka ini. Perlu kita sadari bahwa Allah tetap berbicara kepada kita melalui setiap peristiwa hidup kita, namun pertanyaannya adalah apakah aku bisa mendengarkan, memahami, mengagumi serta melaksanakannya dalam kehidupan kita? Semoga kita semakin memiliki iman yang sederhana dan jujur yang tanpa perlu hal2 khusus/istimewa untuk menyatakan pengakuan akan kebesaranMu. Ajar kami untuk tidak menjadikan diri sebagai pusat serta pembenaran diri untuk menolak Engkau sang KEBENARAN sejati. BERKAH DALEM

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Jumat, 27 Maret 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Jumat dalam pekan 4 Prapaskah. Penghargaan.

Mengenal seseorang dan semakin dekat/terbiasa, kadang menjadi agak susah untuk menilai secara jujur. Terkadang kita agak sulit melihat kebaikan/perbuatan baiknya. Inilah yang dialami Yesus ketika hadir dalam pesta Tabenakel dan ada diantara imam-imam kepala, orang-orang Farisi dan kalangan bangsanya sendiri. Mereka merasa mengenal siapa Yesus, darimana dia datang, dan keluarganya. Maka apapun yang dilakukanNya selalu dipandang jelek/salah. Orang sebangsanya yang merasa mengenali dibuat bingung dengan rasa percaya diri, kuasa mengajar dan penyembuhan, belaskasihan kepada mereka yang miskin dan papa. Bagi mereka seperti nggak mungkinlah.

Lur bagaimanakah dengan aku terhadap mereka yang ada di sekitarku? Apakah aku juga cenderung memandang mereka hanya dari tampilan luar semata? Mampukah aku menemukan, melihat dan merasakan kehadiran Allah dalam diri mereka? Apakah aku juga bisa menghargai/memberi apresiasi terhadap anak, istri/suami, kakak atau adik ketika mereka melakukan suatu perbuatan baik walau sangat sederhana? Yuk kita belajar untuk bisa semakin rendah hati bagi dan untuk mereka yang oleh Allah sementara ini ditempatkan bersama kita. Bukan suatu kebetulan, namun sebuah karya besar Allah untuk mengubah kita. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Kamis, 26 Maret 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Kamis dalam pekan 4 Prapaskah. Dekat dengan Allah.

Dalam bacaan pertama hari ini kita diajak untuk melihat bagaimana antara Allah dan Musa bisa saling olok dan mengingatkan. Ketika Musa tengah menghadap Yahwe, diingatkan supaya turun untuk mengingatkan umatNYA yang sedang menyembah berhala berupa patung sapi bahkan mereka mempersembahkan kurban bakaran. Allah murka dan berkata kepada Musa akan membiasakan mereka dan akan digantikan oleh keturunan Musa. Maka seperti mengolok Allah, Musa mengatakan jika demikian apa untungnya Engkau membawa mereka dengan kuat kuasaMu, kalau mereka mati. Bukankah orang-orang Mesir akan mengolok-olok Engkau, lihat, mereka dibawa keluar hanya untuk dibunuh dan dibinasakan di gunung. Ingatlah akan Abraham, Isaac dan Israel/Yakub. Maka Allah menyesal dan redalah murkanya.

Lur seberapa dekatkah hubungan kita dengan Allah? Apakah Allah menjadi Allah yang menakutkan ataukah Allah yang seperti Bapa yang baik? Yesuspun karena kedekatanNya dengan BAPA, menyakinkan pendengarNYA bahwa apa yang IA lakukan itu untuk kemuliaan BAPANYA, bukan untuk diriNYA sendiri, meskipun tidak semua orang yang melihat dan memgalami bersama, percaya dan menerima apa yang IA lakukan. Yuk kita jadikan pengalaman kedekatan dengan Allah untuk kita bagikan buat yang lain sehingga semakin banyak yang bisa merasakan hadirnya Allah dan menumbuhkan Iman serta membangun kebahagiaan sejati. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Rabu, 25 Maret 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari Rabu dalam pekan 4 Prapaskah, Hari Raya Kabar Sukacita. Ruang buat Yesus.

Hari ini Allah menepati janjiNya, karena Allah sangat mengasihi dunia sehingga Ia mengutus putraNya yang tunggal menjadi manusia. Janji Allah ini sebenarnya semenjak Daud menjadi raja, bahwa keturunannya akan menjadi raja selama lamanya, dan itu didapatkan dari Yosef suami Maria. Salam dari malaikat Gabriel kepada Maria “penuh Rahmat” membuat Maria kaget dan perkataan selanjutnya membuatnya bingung, merasa kesulitan dan bertanya “bagaimana mungkin hal itu terjadi karena Aku belum bersuami?” karena Maria menyadari keterbatasannya, ketidakmampuannya. Namun malaikat menyakinkan Maria akan perbuatan Allah yang mahabesar, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau…” dan yang nyata adalah dengan memberikan contoh tentang Elisabeth tantenya yang mengandung pada bulan yang keenam, bagi dia yang sudah tua dan mandul itu. Melihat kenyataan yang ada maka Maria mengatakan “aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu”.

Lur Maria menjadi tempat tinggal Yesus selama 9 bulan, sepertinya Allah juga mengundang kita untuk membawa Yesus kemanapun kita pergi agar semakin banyak yang bisa merasakan dan merayakan kelahiran baru melalui pengalaman kehadiranNya. Kita pun pasti mengalami kesulitan/gagal paham mengapa kita yang tidak sempurna, banyak dosa, lemah, suka semaunya sendiri kok dipilih dan diminta, karena setiap kali Allah menciptakan, selalu ada nilai/kita bermakna. Maria perlu diyakinkan, kitapun sama yakinlah bahwa Allah justru memilih yang merasa lemah dan tidak pantas, ragu serta bingung untuk bekerja bagi Dia, karena dengan membawa Yesus untuk sesama, maka Allah akan mengubah kelemahan dan kekurangan itu serta membuat kita tetap taat dan bergantung. Yuk belajar dari perkataan St. Ambrosius “Ijinkalah jiwa Maria ada dalam diri kita sehingga kita bisa memuliakan Allah. Dan izinkanlah semangat Maria ada dalam diri kita masing-masing untuk kemuliaan Kristus”.

Selamat pesta dan selamat merayakan Ekaristi dengan bapak Uskup Purwokerto jam 6 PM WIB di keuskupanpurwokerto.id/misa-live-streaming-keuskupan-purwokerto/

BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC