Renungan

Renungan

Renungan hari Minggu, 12 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Minggu Paskah, Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Semoga sudah merayakan kegembiraan bersama keluarga dalam Ekaristi (bukan Malem PASKAH). Berjumpa dengan Yesus yang bangkit dari Layar kaca. Salam sehat. IA SUNGGUH BANGKIT ALLELUIA.

Pagi2 benar ketika masih gelap, Maria Magdalena menuju ke makam dan mendapati batu makam sudah terbuka, maka ia berlari memberitahu Petrus bahwa Yesus diambil orang, dan tidak tahu ditaruh dimana. Ketika dua murid Yesus kembali ke kubur dan masuk, melihat kubur kosong dan menjadi gembira walau ada rasa takut.

Lur pengalaman kubur adalah tempat yang banyak orang tidak menyukai, namun bagi beberapa orang dicari. Pengalaman sekarang ini sepertinya pengalaman yang sepi, senyap, tidak ada temanvapalagi pesta. Namun kubur yang ada adalah kubur yang telah terbuka batu penutupnya, sehingga tampak jelas apa isinya. Yuk kita singkirkan batu2 yang sekiranya bisa menghalangi kita melihat Yesus sang sumber harapan masa depan. Jangan biarkan batu itu (kenikmatan, harta benda, fasilitas) membelenggu, merongrong dan menghalagi mata hati kita sehingga kita tidak bahagia, menangis di istana derita. Yuk kita hidup baru sebagai anak2 TERANG Kebangkitan. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan Malam Paskah 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Sudah siapkan diri untuk perayaan Malam Paskah, entah di channel mana yang akan dipakai, namun rasanya akan sama-sama ke ‘santo youtube’.

Dalam perayaan malem ini kita akan rayakan bersama dalam empat bagian:

1. Peristiwa Cahaya pemberkatan api dan penyalaan lilin PASKAH lalu pujian Paskah.

2. Perayaan Sabda kita diajak untuk mendengarkan 7 atau sekurang-sekurangnya 4 bacaan sebelum Injil.

3. Liturgi Baptis ada Litani para Kudus, pemberkatan air Baptis dan air Suci, pembaptisan calon baptis atau langsung pembaruan janji baptis, jika tidak ada calon baptis.

4. Liturgi Ekaristi seperti pada hari Minggu/biasa namun kalau ada yang akan komuni untuk pertama kalinya, Imam akan menyampaikan bagaimana tata cara menyambut Komuni Kudus dalam dua rupa. Jangan takut.

Itulah kata kunci untuk kita resapkan bersama.

Pesta malem Paskah kita diajak mengenang bagaimana Allah menciptakan dunia dan seisinya, untuk manusia Allah memberikan tempat yang luar biasa, namun karena bujukrayuan setan dan manusia ingin menjadi sama dengan Allah, maka mereka tempat itu terpaksa ditinggalkan. Dalam kisah Keluaran bagaimana Allah dengan tangan kuatNYA membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan menyeberangi dasar laut merah yang kering. Nabi Yesaya mengajak kita untuk tanpa malu-malu dan basabasi datang kepada Allah, menikmati apa yang Allah sediakan dengan cuma-cuma. Kemudian Paulus mengajak kita agar mematikan diri kita terhadap dosa agar kita hidup bagi Allah dalam Kristus. Jangan takut, itulah pesan malaikat dan Yesus sendiri bagi wanita-wanita yang pergi kekubur dan menjadi saksi kebangkitan dan menjumpaiNYA di Galilea.

Lur mungkin kata jangan takut menjadi yang biasa saat ini, apalagi ketika mendengar “Covid-19” datang, apapun upaya serta usaha  dipersiapkan untuk ‘menyambut’ namun ketika kita mendengar Tuhan datang kok tidak seheboh yang Covid 19 ya, kenapakah gerangan? Sering kita jadikan janji Allah sebagai jaminan bahwa pasti kita selamat, sedangkan Covid tidaklah demikian, tanpa siap-siap ya bisa mati sia-sia atau menjadi penyebar bahaya bagi sesama. Yesus setelah kebangkitanNYA mengajak bertemu di Galilea maknanya adalah kita diajak kembali kepada kehidupan yang biasa (Galilea) namun dengan mata Iman yang baru karena telah melihat Kristus yang bangkit dalam keseharian hidup kita. Selamat merayakan Malem PASKAH, cahayaNYA menerangi langkah kita. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Sabtu, 11 April 2020

Selamat pagi sedulur semuanya. Hari ini Sabtu sepi. Jangan bangunkan dosa lama.

Hari ini dalam liturgi gereja tidak merayakan apapun sampai malem Paskah nanti. Hari ini wanita-wanita Yerusalem, para muridNYA berduka, mereka mengunci pintu dan juga jendela, mereka takut kalau-kalau mendapatkan perlakuan yang sama seperti Yesus guru mereka.

Kita semua takut mati dan berita kematian selalu membawa duka, kepedihan dan tangis.

Yuk kita renungkan bersama pagi ini untuk persiapan kita malem nanti untuk menerima harapan baru. Harapan yang sesungguhnya kita temukan dalam Yesus dan dalam pembaptisan kita. Yuk kita hayati kembali kata-kata yang akan kita ucapkan saat kita membarui janji baptis kita. Yuk kita pendam sedalam-dalamnya seluruh dosa, kelemahan ketidakpercayaan, ketakutan serta kecemasan agar itu semuanya pergi dan berlalu serta tidak bangkit kembali dalam situasi apapun hidup kita. Semoga cahaya Kristus yang akan kita rayakan malem ini menyirnakan semuanya itu. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC

Renungan

Renungan hari Jumat, 10 April 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Jumat Agung mengenang penderitaan, penyaliban dan kematian Yesus dikayu Salib yang hina. “Selesailah sudah”.

Itulah kata terkahir yang diucapkan Yesus saat disalibkan dan sebelum kematianNYA. Sebuah kata kepatuhan akan apa yang seharusnya dijalani seolah tanpa kuasa untuk menolak. Apalagi kata-kata itu terucapkan saat di Salib. Gambaran penderitaan Yesus sungguh-sungguh luar biasa sampai-sampai dalam bacaan pertama dikatakan rupanya begitu buruk, tidak lagi seperti seorang manusia. Karena dosa-dosa kitalah maka IA mati dan karena kematianNYA semua orang yang percaya diselamatkan.

Lur saat mengikuti upacara nanti/barangkali sudah, yuk kita renungkan sejenak dosa apa saja sih yang membuat Yesus luka-luka?

1. Mahkota duri Yang tertancap bukankah itu dosa-dosa dalam pikiran kita, keangkuhan, kesombongan.

2. Paku ditangan dan dikaki karena dosa kekejian yang kita lakukan dengan tangan-tangan serta kaki kotor kita. Kadang kita menari diatas penderitaan sesama.

3. Tikaman pada lambung bukankah itu dosa egoisme diri, mengambil hak orang miskin, serta keserakahan?

4. Ludahan dan olok-olokan bukankah itu perkataan kasar yang terkadang kita lontarkan, gosip-gosip yang kita tebarkan buat orang lain?

5. Pukulan/cambukan/tamparan adalah dosa perkataan yang menyakitkan hati, suka balas dendam.

6. Ditelanjangi bukankah ini karena percabulan, selingkuh, aborsi, tidak menjaga kemurnian dalam janji selibat?

Pada akhirnya Yesus harus meminum cuka asam, DIA harus menelan segala dosa dan kesalahan yang TIDAK IA LAKUKAN. Yuk kita renungkan bersama apa yang dikatakan Santo Paulus “Barangsiapa yang telah menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. BERKAH DALEM.

Sengsaramu oh Yesus, akibat dosaku.

Kau di hina disiksa dibunuh rakyatMu.

Apakah itu aku ada didalamnya?

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Kamis, 9 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Kamis Putih. Hari kelahiran EKARISTI, Hari Ulang Tahun Imamat secara keseluruhan dan diingatkan kembali akan perintah Yesus, Kasihilah sesamamu sebagaimana AKU mengasihi kamu. Aku dibasuh.

Hari ini kita bersama sama merayakan pesta perjamuan malem terakhir, yang untuk pertama kalinya secara sunyi namun semoga tidak mengurangi maknanya. Sebuah peringatan akan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Pesta ini dimaknai secara baru ketika Yesus merayakanNYA bersama dengan murid-muridNYA.  Ketika Yesus membasuh kaki para muridNYA, sebenarnya mereka semua saling menunggu siapa yang mau melakukan tugas sebagai pelayan untuk pembasuhan kaki, karena setiap kali merayakan selalu ada hamba yang membasuh kaki mereka yang hadir. Maka ketika Yesus melakukan hal itu mereka semua justru menjadi kelu dan terdiam, maka kata Yesus kepada mereka “kalau Aku yang adalah Guru dan Tuhanmu membasuh kakimu, maka kamupun harus saling membasuh satu dengan yang lain” sebuah ungkapan Cinta untuk melayani. Malem  ini juga kita memperingati Ekaristi untuk pertama kali Yesus ketika memecahkan roti dengan mengatakan “Inilah tubuhKU dan inilah darahKU, yang KU berikan padamu, Lakukanlah ini sebagai kenangan akan daku” sebuah ungkapan Cinta untuk memberikan diri.

Lur membasuh kaki adalah undangan untuk kita agar bisa mencintai mereka yang sulit dicintai dalam hidup kita. Membasuh kaki juga merupakan bentuk pengampunan untuk mereka yang mengecewakan kita dan hidup kita. (Suami atau istri yang selingkuh, anak-anak yang tidak mematuhi perintah, para imam yang tidak lagi menjaga kesucian pangggilannya) masihkah kita bisa mengampuni dan mencintai mereka? Bayangkan hari ini Yesus membasuh kakimu, rasakan tatapan mataNYA yang memintaku untuk mengampuni dan mencintai mereka yang aku benci, yang tak kusukai/kasihi, Yang selalu memgecewakanku walau sering berjanji. Yesus Engkau telah membersihkanku, kini saatnya akupun membersihkan diri saudaraku, Pergilah kita diutus. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Rabu, 8 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Rabu dalam Pekan Suci. Bukan saya kan?

Itulah perkataan Yudas untuk membela dirinya dihadapan teman2 nya supaya tetap dianggap baik. Padahal ketika Yesus mengatakan Adalah lebih baik baginya tidak pernah dilahirkan tentang siapa yang akan mengkianatiNYA. Pengkianat sering tidak pernah menyadari dan merasa bahwa ia melakukan sesuatu yang salah. Yudas lebih memilih untuk tinggal dalam gelap karena kegelapan akan menutupi segalanya baik dari dalam dirinya sendiri maupun dari orang lain. Yudas kecewa kepada Yesus karena harapannya tidak terjadi namun ketika menyaksikan Yesus ditangkap karena ciuman pengkianatannya dan akhirnya disiksa tanpa perlawanan, Yudas gantung diri.

Lur kecewa dan mengecewakan mungkin sering kita alami dalam hidup. Ada yang kecewa karena doanya sampai hari ini belum dikabulkan, atau dipaksa dan harus kehilangan anggota keluarga dan orang yang dicintai karena covid19. Sakit yang tak sembuh2.  Atau mungkin kita mengecewakan Allah karena pingin semauku, maka kita menjaga jarak dengan keinginan dan Kebijaksanaan Allah. Kita merasa tidak butuh Tuhan karena kita merasa mampu untuk mengatur hidup kita sendiri, namun dengan adanya wabah kita teriak2 kencang serta menyalahkan Tuhan. Perkataan Yudas bukan saya kan?! jangan sampai kita ucapkan karena saat Yudas mengatakan hal itu hati Yesus teriris, menyakitkan. Rasa Yang sama ketika kita merasa tidak berdosa Dan bersalah, padahal kita tahu sudah melakukan kesalahan/hal dosa. Yuk kita bentengi diri kita agar jangan sampai hari ini setan menguasai kita. Tuhan kami orang lemah dan berdosa, bantulah dan kuatkanlah kami. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Selasa, 7 April 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Selasa dalam Pekan Suci. Air susu dibalas dengan air tuba.

Dalam bacaan Injil hari ini kita melihat bagaimana Yudas dan Petrus, dua orang yang mengkianati Yesus, namun mengakhirinya secara berbeda. Dua murid pilihan yang dikasihi. Yudas diberikan kepercayaan mengelola keuangan, menerima dan memakai apa yang diterima oleh Yesus dan untuk keperluan bersama. Yudas mendapatkan kehormatan untuk menerima potongan roti pertama. Namun ia menghianati hanya karena uang. Dalam pandangan Yudas pasti membahagiakan memiliki posisi terhormat sebagai yang mengatur segalanya, namun ia kecewa karena Yesus tidak menjadi raja dunia, maka ia menjual Yesus. Petrus sebagai orang yang ceplas ceplos, walau datang kemudian terpilih menjadi saksi kemuliaanNYA, dipercaya sebagai pemimpin, sering diajak untuk menemani. Namun pada akhirnya keduanya berkianat. Yesus sangat sedih terutama tidak bisa mengalahkan kehendak bebas Yudas untuk memilih cara matinya. Petrus mendapatkan kesempatan untuk membuktikan bagaimana cinta Allah berkembang dalam dirinya.

Lur semoga Yesus tidak kecewa dan sedih dengan kita atas pilihan kehendak bebas kita, IA sudah mencintai kita namun kita tetap bertindak sebagai penjagal moral, kita masih sering menjadi hakim yang lalim menyakiti keluarga, orang disekitar, anak, orang tua dan bahkan pembantu. Ada diantara kita yang menjadi pengrusak rumah tangga, kedamaian hati. Padahal Allah semenjak dalam kandungan telah membentuk kita, namun karena kita terlalu bebas dengan kehendak bebas diri sehingga pilih yang jelek dan tragis. Yuk kita datang dan memohon Tuhan terutama dalam pekan yang suci ini agar kita dimampukan menjaga martabat hidup suci, semakin rendah hati dan mawas diri agar tidak semakin merobek kembali luka2 Yesus karena kita berdosa lagi. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Senin, 6 April 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Senin dalam Pekan Suci. Makna cinta

Hari ini Yesus mendapatkan jamuan istimewa dari keluarga Lazarus saat IA berkunjung. IA mendapatkan jamuan makan istimewa dan juga mendapatkan pengurapan dengan minyak Narwastu yang sangat mahal hampir sama dengan upah kerja selama 1 tahun untuk 1 liter. Melihat hal itu, Yudas sang bendahara sekaligus pencuri keberatan, maka ia katakan “mengapa minyak sebanyak itu tidak dijual dan uangnya untuk orang miskin”.

Lur kalau ada orang yang bertanya seberapa besar cintamu buat Tuhan? Apa jawabanmu? Maria saudari Lazarus sepertinya patut berterimakasih dan menujudkannya dalam perjamuan makan bersama. Ini karena Lazarus sudah dibangkitkan dan ia mendapatkan kembali orang yang dikasihinya. Maria memberikan lebih dari hanya sekedar makan, yaitu pemberian dirinya sendiri. Ia mengambil minyak Narwastu yang sangat mahal, membasuh kaki Yesus dengan minyak itu, menggosok, membersihkannya, alih-alih memakai handuk, Maria mengurai rambutnya (KEHORMATAN DIRI) dan dipakai untuk membersihkan kaki Yesus. Ia tidak memikirkan apa kata orang lain, namun ia menunjukkan caranya dalam mengungkapkan cintanya. Yuk kita masuk melihat diri sendiri.

Apakah aku sungguh-sungguh mengalami CINTA dan dicintai oleh Allah? Bagaimana aku mengungkapkan cintaku itu? Berapakah aku menghargai CINTA Allah itu, CINTA yang nilainya lebih mahal dibandingkan dengan gaji kita satu tahun. Apakah yang aku persembahkan sudah pantas? Apakah aku seperti Yudas yang menjadikan orang miskin (aneka alasan lain) sebagai kambing hitam untuk tidak mencintai Allah padahal sama sekali sebenarnya kita tidak mencintai Allah sehingga tidak berbuat sesuatupun untuk Allah. Yuk kita berikan cinta kita Yang sedikit untuk Allah namun sangat dirasakan oleh seluruh keluarga dan mereka yang mengenal kita, seperti Maria, yang membiarkan keharuman minyak Narwastu memenuhi seisi rumahnya dan yang hadir merasakan itu. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Minggu, 5 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Hari Minggu Palma, kita bersama memasuki pekan Suci. Semoga telah menikmati kebersamaan dengan Tuhan secara istimewa bersama keluarga dalam Ekaristi Minggu Palma.

Minggu Palma istimewa, banyak yang berkata demikian, karena semua umat tidak disibukkan dengan persiapan bersama namun semoga bisa mempersiapkan diri secara lebih baik. Tidak ada pembersihan gereja secara bersama yang ada penyemprotan dengan obat anti virus. Tidak ada perarakan meriah yang ada merayakan tanpa koor dan tanpa umat, sunyi namun kitmat. Hari ini minimal kita dengarkan 3 bacaan dimana biasanya ada 4 dan Injil selalu panjang sehingga kita duduk, lumayan. Dalam bacaan perarakan kita melihat banyak orang bertanya siapakah Dia ini? karena kehadiranNYA mampu mengguncangkan Yerusalem. Dimana kehadiran yang sama saat kelahiranNYA mampu mengguncangkan kerajaan dan Raja Herodes. Penyambutan bak Raja yang menang perang (hamparan kain dan ranting-ranting) namun tidak dikenali. Yang dinaiki bukan kuda yang gagah perkasa, namun keledai muda dengan sedang menyusui (simbol kedamaian). Dalam bacaan Injil kisah sengsara Tuhan, apa yang kita dengarkan yang keluar dari mulut-mulut orang yang terhormat? Ujaran kebencian, kekerasan, kebodohan, ketidakadilan yang tersusun rapi, kekejaman, tuduhan palsu namun apa yang dikatakan Yesus dari kayu Salib untuk semuanya itu? “Bapa, ampunilah mereka karena mereka TIDAK TAHU apa yang mereka lakukan”.

Lur kalau dahan, ranting, daun, rumpur,  jalan dan binatang menyambut Yesus, apakah aku sudah sungguh2 siap menyambut Yesus? Kalau Yesus siap memasuki Yerusalem (simbol kesengsaraan dan kemuliaan) apakah kita juga sudah siap memasuki Yerusalem baru? Yuk datang dan bersihkan diri, jangan merasa bahagia tanpa ada sakramen Tobat bersama sekarang inilah saatnya untuk masuk secara pribadi. Tak usah takut ditolak (walau ada di beberapa sekretariat gereja dituliskan) hanya melayani sakramen minyak suci dan dahar pastor, namun tetaplah meminta seperti wanita Siro-finesia. Selamat memasuki Pekan Suci, yuk semakin menyucikan diri, keluarga dan sesama, agar virus-virus dosa tidak datang kembali menghancurkan kita. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.

Renungan

Renungan hari Sabtu, 4 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Sabtu dalam hari terakhir  pekan ke-5 Prapaskah. Mencintai Allah.

Dalam bacaan pertama hari ini, Nabi Yehezkiel kembali mengingatkan janji Allah kepada umat Israel bahwa Allah akan menjemput, memgumpulkan dan membawa ke tanah mereka. Mereka akan menjadi satu bangsa dengan satu raja. Mereka akan mengikuti segala perintah Allah sehingga mereka tidak lagi najis ataupun berdosa. Aku akan memberkati dan tinggal bersama mereka. Aku akan menjadi Allah mereka. Kehadiran Yesus sebenarnya untuk memenuhi nubuat Nabi Yehezkiel ini namun orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat justru bersepakat dan mufakat untuk membunuh Yesus karena mereka takut terusik periuk nasinya, kenyamanan dan keselamatannya dengan kehadiranNYA.

Lur membayangkan perjanjian antara Allah dengan bangsa Israel, sungguh suatu situasi yang sangat luarbiasa dalam segalanya. Karena apabila saya ada didalamnya pasti mengalami rasa damai, sukacita, tenteram serta kebahagiaan. Gambaran persatuan dengan Allah inilah rasanya yang saat ini hilang dari kita, kenapa? Terlalu sibuk sehingga kurang/tidak punya waktu untuk Tuhan. Terlalu egois sehingga tidak ada tempat untuk anggota keluarga, pasangan hidup, anak, orang tua apalagi sesama. Terlalu emosi sehingga tidak ada rasa damai dalam diri. Terlalu iri hati sehingga tak mampu mensyukuri dan merasakan kasih serta kehadiran Allah dalam hidup kita. Terlalu kecewa sehingga tidak pernah merasakan Kasih Allah melalui sesama dan anggota keluarga. Yuk kita bersihkan semua, agar besok kita mampu meneriakkan Hosana terpujilah Allah. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.