Renungan hari Senin, 27 April 2020
Selamat siang sedulur semuanya. SALAM SEHAT. Hari ini Senin dalam pekan 3 Paskah. Wajah yang Damai.
Sering kita mendengar orang mengatakan “muka pepaya, muka semangka, muka ditekuk dll”. Dalam bacaan pertama kita melihat bagaimana Stefanus yang sedang dalam posisi yang tidak nyaman (diadili) tetap menunjukkan wajah yang Damai, wajah seperti Malaikat. Ia tetap tenang, mengarahkan pandangannya ke langit dan menaruh kepercayaannya kepada Allah. Ia mendapatkan tuduhan “mengujat Allah” padahal Yang sebenarnya terjadi adalah kekalahan mereka (orang Farisi dan ahli2 Taurat) saat berdebat. Mereka yang merasa lebih tahu, senior dan paham, kalah dengan anak ingusan. Untuk menutupi rasa malunya, mereka merancangkan kejahatan dan tuduhan palsu. Sementara Yesus mengkritik orang2 yang datang mencariNYA bukan karena ingin memahami dan mendengarkan ajaran2NYA, namun semata mata hanya urusan kampung tengah (perut), mereka memiliki motifasi yang salah.
Lur jawaban Yesus untuk mereka yang mencariNYA sangatlah menyakitkan, yaitu urusan kampung tengah, nah kalau kita Yang ditanya, apa sih tujuanmu ketemu Tuhan (dalam doa?) Apakah aku berdoa karena mau makan, nah kalau nggak makan apakah aku tetap berdoa? Aku ingat Tuhan saat sakit, susah dan kecewa, nah kalau bahagia apakah aku tetap berdoa? Jikalau demikian, lalu apakah alasanku mau ketemu Tuhan?. Juga dalam pekerjaan/tugasku saat ini, apa motifasiku bekerja saat ini, apa yang aku cari, apakah aku mencurahkan hidupku 80 % untuk perkerjaanku dan sisanya aku pakai untuk yang lainnya, lalu untuk Tuhan berapa %? Yuk kita belajar memiliki motifasi dan wajah St. Stefanus, yang tertuju, serta menaruh kepercayaannya kepada Allah, serta membuang motivasi palsu agar mampu memancarkan SUKACITA SEJATI. BERKAH DALEM.
Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.