Renungan hari Senin, 16 Maret 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Senin dalam pekan 3 Prapaskah. Kerendahan hati.

Dalam 2 bacaan hari ini kita mendapati hal yang sama, kemarahan mereka yang tidak disenangkan. Dalam bacaan pertama Naaman seorang perwira kerajaan yang terkena kusta, yang datang menemui Nabi Elisa, namun hanya ditemui oleh pembantunya dan disuruh mandi 7 Kali di sungai Yordan. Merasa dilecehkan ia marah. Namun diingatkan oleh hambanya, bukankah kalau disuruh melakukan hal yang sulit pasti dikerjakan bukan, mengapa marah untuk hal yang mudah? diikuti dan sembuh, maka Naaman memuji Allah. Hal yang sama ketika Yesus menyampaikan kebenaran bagi pendengarNYA dirumah ibadat, maka mereka marah dan mau membunuh Yesus. Mereka merasa dilecehkan dan warta kebenaran itu ternyata menyakitkan mereka.

Lur ternyata menjadi rendah hati itu sulit, sesuai dengan bacaan hari ini. Namun karena pihak yang meminta selalu diminta untuk memiliki kerelaan untuk merendahkan dan direndahkan, mana ada tangan orang yang meminta ada diatas, selalu ada di bawah. Menjadi sombong dan arogan itu adalah pekerjaan setan, yang akan selalu menggelitik nilai serta harga diri seseorang setan tak akan pernah membiarkan orang untuk merubah dan menjadi rendah hati. Yuk kita bertanya pada diri dan hati kita masing2 bagaimana cara kita untuk mau membuka hati dan terbuka untuk cara sederhana Allah dalam mengolah hidup kita agar memiliki hidup, kebebasan dan kegembiraan yang luar biasa di masa praPaskah ini? Yuk kita dengarkan mungkin IA memanggil kita untuk sabar, tidak marah2, tidak menghakimi, menjadi anak yang baik dalam keluarga, menjadi pasangan yang mau mendengarkan dan membantu serta memberikan pertolongan buat saudara yang memerlukan, apakah aku siap? Semoga telinga kita menjadi telinga Naaman yang mau mendengarkan suara sederhana Allah. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.