Renungan hari Sabtu, 29 Februari 2020

Selamat Siang sedulur semuanya. Hari ini Sabtu sesudah Rabu Abu dalam masa Prapaskah. Totalitas hati.

Pesan Nabi Yesaya pada hari ini semakin mempertegas apa yang telah disampaikannya kepada bangsa Israel kemarin. Bahwa tuntunan, kemurahan dan kenikmatan akan dilimpahkan Tuhan kepada mereka. Maka tidaklah mengherankan ketika Yesus memanggil Lewi seorang pemungut cukai untuk mengikutiNya, maka dengan seketika ia mau dan ikut. Bahkan ia membuat pesta jamuan makan yang besar baik dari sisi jumlah yang diundang, maupun apa yang disajikan. Karena banyaknya orang, mungkin karena tak ada yang kebagian undangan, maka orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat marah serta iri, maka mereka mempertanyakan jamuan makan itu. Tetapi jawaban Yesus justru semakin mempertegas untuk apa dan bagi siapa Ia hadir.

Lur panggilan Tuhan itu luar biasa sekali effeknya, meski cara memanggilnya sangat biasa. Perubahan hidup Lewi karena apa yang menjadikannya lapar dan haus telah ditemukannya. Yaitu lapar dan haus akan Allah sendiri, maka ketika kesempatan itu datang, tanpa menunggu maka Ia pun meninggalkan dan menanggalkan apa yang menjadi penghalang baginya untuk menjumpai Allahnya. Bahkan kegembiraan yang luar biasa ia nyatakan dengan berbagi bersama sesama. Nah saatnyapun sekarang telah tiba bagi kita. Ingin mendapatkan berkat Allah? Ikuti apa yang Nabi Yesaya katakan. Ingin melaksanakan apa itu puasa yang benar, ikuti cara Matius merayakan panggilanya dari Tuhan, melepaskan semua kelaliman, menanggalkan kebencian dan membuat orang lain bergembira dan tertawa. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC