Renungan hari Kamis, 19 Maret 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Kamis dalam pekan 3 praPaskah hari Raya Santo Yusuf suami Maria. Selamat pesta nama kepada pemilik Yusuf, Yosefine, Yosefa. Teladan tanggung jawab.

Dalam Injil Lukas dan Matheus dikatakan bahwa Yusuf itu sebagai orang yang lurus hatinya (just man) dan seorang yang bermimpi. Dalam bacaan pertama dan dalam dunia perjanjian lama mimpi adalah sebagai salah satu sarana Allah berbicara, memberikan perintah serta menjumpai umatNya. Nabi Natan mendapatkan perintah dari Allah untuk bertemu dengan Daud di malam hari. Yusuf menerima instruksi dari malaikat/Allah untuk mengambil Maria tunangannya sebagai istrinya, walau sudah hamil. Yusuf diminta untuk membawa Yesus beserta ibuNya untuk melarikan diri/mengungsi ke Mesir sampai Herodes mati. Juga saat disuruh kembali ke Israel. Sebagai orang benar/lurus hatinya, Yusuf menjadi Ayah dan suami yang taat menjalankan semua hukum Musa/Allah, mengambil Maria sebagai istrinya, memberi nama dan menyunatkan Yesus. Mempersembahkan Yesus dibait Allah. Yusuf juga sebagai orang yang taat akan hukum negara membawa Maria saat hamil tua untuk sensus penduduk. Serta juga mendidik Yesus untuk mengenal nilai-nilai keutamaan hukum Taurat Musa dan dalam bersosialisasi dengan tetangga rumah mereka.

Lur yuk kita belajar dari Yusuf:

1. Mendengarkan dan memahami perkataan Tuhan melalui peristiwa kecil2 yang kita alami.

2. Melalui kepandaian/profesi serta kedudukan kita kita berikan Yang terbaik untuk sesama kita.

3. Melalui jabatan kita kita belajar menjadi pelindung bukan penodong buat sesama dalam tugas pelayanan kita, terutama dalam mengelola emosi jiwa.

4. Belajar menjadi orang tua yang baik dan menjadi panutan dalam mengembangkan keluarga.

5. Memiliki keteguhan iman, walaupun barangkali tidak jelas apa yang Tuhan mau tunjukkan kepada kita.

Belajar untuk menjadi manusia yang bijaksana, rendah hati dan bertanggung jawab. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.