Renungan hari Senin, 13 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Senin dalam Oktaf Paskah. Allah ada.

Beberapa waktu yang lalu ada satu team dokter dan perawat dari sebuah rumah sakit dibuat galau karena ketidakjujuran keluarga atas anggotanya Yang sakit butuh pertolongan namun saat ditanya apakah termasuk dalam daftar orang yang diawasi (C19), mereka menjawab tidak, baru setelah tidak bisa mengelak karena hasil medisnya, mereka baru bilang ya, namun para dokter dan perawat terlanjur harus isolasi diri 14 sementara sebenarnya tenaga mereka sangat diperlukan untuk membantu dan menolong teman-temannya dan pasien yang lain. Hari ini hal yang sama diangkat dalam Injil. Wanita-wanita yang datang ke makam dipenuhi ketakutan namun juga kebahagiaan, apalagi setelah perjumpaan dengan Yesus. Mewajibkan mereka untuk aktif memuliakan dan mewartakan Yesus Yang bangkit. Namun dusta dimulai dari mereka yang tahu hukum untuk tetap melanggengkan penyangkalan diri mereka akan Yesus. Dan rasanya hal ini terus berlangsung sampai sekarang.

Lur perjumpaan dengan Kristus yang bangkit dialami oleh 2 Maria, yang begitu mendalam merasakan Kasih Allah dapat juga kita alami juga. Suasana takut, tidak pasti, tidak aman, juga sama seperti keadaan sekarang ini. Namun kalau kita boleh jujur, apakah aku sungguh bisa merasakan dan mengenali kehadiranNYA dalam situasi saat ini? Melalui perbuatan baik yang kecil-kecil menolong sesama, anggota keluarga atau tetangga sebelah, belakang serta depan rumah? Apakah dalam ketakutanku akan situasi sekarang ini aku masih memiliki kebahagiaan/kegembiraan seperti 2 Maria yang bisa berjumpa dengan Yesus, walau sekarang terasa sulit untuk bisa menemukan kedamaian dalam doa? Yuk walau sulit janganlah kita mempersulit diri untuk merasakan Cinta Tuhan. Temukan IA dalam kejujuran dan kebersamaan keluargamu dan atau komunitasmu. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.