Renungan hari Sabtu, 18 April 2020
Selamat siang sedulur semuanya. SALAM SEHAT. Hari ini Sabtu dalam Oktaf Paskah. Kulembutkan hatiku.
Mengapa para rasul gagal paham dan tidak percaya bahwa Yesus, gurunya bangkit? Padahal hampir 3 tahun mereka tinggal dan hidup bersama, menyaksikan mukjizat-mukjizat yang luar biasa, mendengarkan ajaran-ajaran. Namun setelah kebangkitanNYA siapa yang menyaksikan dan diberitugas untuk mewartakan? Maria Magdalena, juga dua murid yang ke Emaus, lalu mengapa 11 rasulNYA gagal paham? Karena mereka masih mau membuktikan kebangkitan itu dengan mata mereka sendiri. Inilah yang Yesus pulihkan terhadap mereka, kekerasan hati serta ketidakpedulian mereka sendiri. Sangat berbeda dengan Maria Magdalena, ia merasakan Kasih yang luar biasa dari Yesus, karena pengalaman pribadinya dengan Tuhan.
Lur memang pengalaman pribadi yang sungguh dalam mampu mengubah dibandingkan pengalaman yang suam-suam kuku/panas-panas tahi ayam. Sering kita merayakan Ekaristi (para imam, religious, bruder atau suster dan awam) namun sejauh mana saya bisa menginaninya? Berdoa setiap hari dengan Tuhan, benarkah itu kita doa atau memberikan instruksi untuk Tuhan laksanakan? Melakukan pengakuan dosa, namun sejauh mana itu mengubah sikap dan hati kita, atau malah selesai pengakuan dosa melakukan dosa yang sama yang lebih mendalam? Masing-masing kita sudah menerima Iman saat pembaptisan ibarat api kecil, nah sejauh mana api itu kita jaga nyalanya dan semakin membesar bahkan mampu membakar hidup kita dan sesama? Yuk kita besarkan api Iman itu dengan membuka hati dan telinga kita lebar-lebar untuk Sabda Tuhan, dalam situasi apapun tetaplah bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan lakukanlah dengan Iman apa yang Tuhan mau kita buat untuk Tuhan bagi mereka yang membutuhkan. Ya Tuhan ajarku semakin menyadari berkat, penyertaanMU dalam keseharian hidupku agar hatiku semakin layak menjadi tempat tinggalMU yang nyaman. BERKAH DALEM.
Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.