Renungan hari Rabu, 15 April 2020
Selamat sore sedulur semuanya. Salam sehat. Hari ini Rabu dalam Oktaf Paskah. Menyingkirkan penghalang.
Dalam kedua bacaan hari ini kita melihat 3 orang yang cacat. Dalam bacaan pertama, seorang pengemis yang lumpuh didudukan di pintu Gerbang Indah, Petrus dan Yohanes datang untuk berdoa, ia meminta minta, mendapatkan kesembuhan, meloncat-loncat kegirangan, mengikuti masuk ke Bait Allah. Yang lain 2 orang yang “buta” berjalan bersama Yesus ke Emaus, dalam kesedihan, kecewa, namun tidak mengenaliNYA. Keduanya disembuhkan saat duduk bersama dan mengalami persatuan dengan Yesus.
Lur yuk kita bayangkan bagaimana kegembiraan si lumpuh berjalan, melompat dan memuliakan Tuhan. Juga kita bayangkan kegembiraan Kleopas dan teman perjalanannya, tanpa berpikir resiko jelek berjalan dalam kegelapan, mereka kembali ke Yerusalem memberitakan Yesus yang BANGKIT. Kita pun juga diajak untuk melihat disekitar kita banyak “orang2 lumpuh, Kleopas dan temannya” lalu peran kita apa? C19 sekarang ini banyak yang perlu uluran tangan dan kita boleh bertanya kepada diri Kita masing2 bukankah hati kita berkobar2 saat IA berbicara dengan kita?. Apakah kita sebagai GEREJA Gerbang Indah itu masih terbuka? Yuk kita belajar menjadi Petrus dan Yohanes, yang memberi dari apa yang ada padanya. Apakah aku memiliki Yesus? Ataukah dalam kegalauan kita, kita masih mau mengulurkan tangan untuk berbuat baik sehingga kita memiliki Yesus yang menghancurkan sekat Mata hati dan nurani kita? Tuhan semoga melalui perbuatan2 kecilku hari ini aku dan bersama mereka KAU ubah. BERKAH DALEM.
Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.