Renungan hari Senin, 30 Maret 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Senin dalam pekan ke-5 Prapaskah. Jangan berbuat dosa lagi.

Dalam kedua bacaan hari ini, disodorkan kepada kita bagaimana perempuan2 menjadi korban ketidakadilan. Susana mendapatkan ancaman dari dua orang tua-tua yang bertugas sebagai Hakim dan Jaksa untuk menuruti apa yang mereka mau atau akan difitnah. Susana tetap memilih untuk tidak berdosa kepada Allah dan menerima fitnah itu dan bahkan mau dihukum mati, namun bersyukur ada Allah yang menolong melalui Daniel. Perempuan ke-2 adalah tanpa nama tertangkap basah berzinah (lawan jenisnya tidak dibawa), dihadapkan ke Yesus oleh ahli-ahli Taurat dan tua-tua Farisi dengan disaksikan orang banyak untuk diadili. Layaklah wanita ini mendapatkan hukuman mati, namun Yesus hanya mengatakan silahkan yang tidak berdosa memulainya. Mereka semua pergi dan Yesus juga tidak menghukum.

Lur terkadang kita menjadi tua tua Yang dipercaya dan kaum Farisi yang mengadili orang lain tanpa memberikan kesempatan kepada yang diadili untuk membela diri. Sebagai pemimpin/kepala keluarga betapa mudah mengadili istri dan anak-anak untuk dinilai bersalah. Sebagai orang tua, tidak mudah menerima pendapat/cara anak-anaknya namun suka memakasakan kehendak. Sebagai anak-anak kita tidak bisa menerima cara kuno orangtua kita atau menganggap mereka ketinggalan jaman. Sifat ingin menang sendiri sering mendominasi hidup kita. Menanggapi ajakan Yesus dan Daniel, adalah untuk tidak mengadili orang lain tanpa dasar agar kita diadili dengan ketidakadilan. Yuk kita belajar cara Yesus yang mencintai pendosa namun tidak cinta dosa, memberikan kesempatan kepada yang lain untuk memperbaiki dan merubah tanpa menjatuhkan. Yuk kita kembangkan sikap pertobatan dan pengampunan dalam diri kita sendiri. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.