Renungan Malam Paskah 2020
Selamat sore sedulur semuanya. Sudah siapkan diri untuk perayaan Malam Paskah, entah di channel mana yang akan dipakai, namun rasanya akan sama-sama ke ‘santo youtube’.
Dalam perayaan malem ini kita akan rayakan bersama dalam empat bagian:
1. Peristiwa Cahaya pemberkatan api dan penyalaan lilin PASKAH lalu pujian Paskah.
2. Perayaan Sabda kita diajak untuk mendengarkan 7 atau sekurang-sekurangnya 4 bacaan sebelum Injil.
3. Liturgi Baptis ada Litani para Kudus, pemberkatan air Baptis dan air Suci, pembaptisan calon baptis atau langsung pembaruan janji baptis, jika tidak ada calon baptis.
4. Liturgi Ekaristi seperti pada hari Minggu/biasa namun kalau ada yang akan komuni untuk pertama kalinya, Imam akan menyampaikan bagaimana tata cara menyambut Komuni Kudus dalam dua rupa. Jangan takut.
Itulah kata kunci untuk kita resapkan bersama.
Pesta malem Paskah kita diajak mengenang bagaimana Allah menciptakan dunia dan seisinya, untuk manusia Allah memberikan tempat yang luar biasa, namun karena bujukrayuan setan dan manusia ingin menjadi sama dengan Allah, maka mereka tempat itu terpaksa ditinggalkan. Dalam kisah Keluaran bagaimana Allah dengan tangan kuatNYA membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dengan menyeberangi dasar laut merah yang kering. Nabi Yesaya mengajak kita untuk tanpa malu-malu dan basabasi datang kepada Allah, menikmati apa yang Allah sediakan dengan cuma-cuma. Kemudian Paulus mengajak kita agar mematikan diri kita terhadap dosa agar kita hidup bagi Allah dalam Kristus. Jangan takut, itulah pesan malaikat dan Yesus sendiri bagi wanita-wanita yang pergi kekubur dan menjadi saksi kebangkitan dan menjumpaiNYA di Galilea.
Lur mungkin kata jangan takut menjadi yang biasa saat ini, apalagi ketika mendengar “Covid-19” datang, apapun upaya serta usaha dipersiapkan untuk ‘menyambut’ namun ketika kita mendengar Tuhan datang kok tidak seheboh yang Covid 19 ya, kenapakah gerangan? Sering kita jadikan janji Allah sebagai jaminan bahwa pasti kita selamat, sedangkan Covid tidaklah demikian, tanpa siap-siap ya bisa mati sia-sia atau menjadi penyebar bahaya bagi sesama. Yesus setelah kebangkitanNYA mengajak bertemu di Galilea maknanya adalah kita diajak kembali kepada kehidupan yang biasa (Galilea) namun dengan mata Iman yang baru karena telah melihat Kristus yang bangkit dalam keseharian hidup kita. Selamat merayakan Malem PASKAH, cahayaNYA menerangi langkah kita. BERKAH DALEM.
Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.