Renungan hari Jumat, 10 April 2020

Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Jumat Agung mengenang penderitaan, penyaliban dan kematian Yesus dikayu Salib yang hina. “Selesailah sudah”.

Itulah kata terkahir yang diucapkan Yesus saat disalibkan dan sebelum kematianNYA. Sebuah kata kepatuhan akan apa yang seharusnya dijalani seolah tanpa kuasa untuk menolak. Apalagi kata-kata itu terucapkan saat di Salib. Gambaran penderitaan Yesus sungguh-sungguh luar biasa sampai-sampai dalam bacaan pertama dikatakan rupanya begitu buruk, tidak lagi seperti seorang manusia. Karena dosa-dosa kitalah maka IA mati dan karena kematianNYA semua orang yang percaya diselamatkan.

Lur saat mengikuti upacara nanti/barangkali sudah, yuk kita renungkan sejenak dosa apa saja sih yang membuat Yesus luka-luka?

1. Mahkota duri Yang tertancap bukankah itu dosa-dosa dalam pikiran kita, keangkuhan, kesombongan.

2. Paku ditangan dan dikaki karena dosa kekejian yang kita lakukan dengan tangan-tangan serta kaki kotor kita. Kadang kita menari diatas penderitaan sesama.

3. Tikaman pada lambung bukankah itu dosa egoisme diri, mengambil hak orang miskin, serta keserakahan?

4. Ludahan dan olok-olokan bukankah itu perkataan kasar yang terkadang kita lontarkan, gosip-gosip yang kita tebarkan buat orang lain?

5. Pukulan/cambukan/tamparan adalah dosa perkataan yang menyakitkan hati, suka balas dendam.

6. Ditelanjangi bukankah ini karena percabulan, selingkuh, aborsi, tidak menjaga kemurnian dalam janji selibat?

Pada akhirnya Yesus harus meminum cuka asam, DIA harus menelan segala dosa dan kesalahan yang TIDAK IA LAKUKAN. Yuk kita renungkan bersama apa yang dikatakan Santo Paulus “Barangsiapa yang telah menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. BERKAH DALEM.

Sengsaramu oh Yesus, akibat dosaku.

Kau di hina disiksa dibunuh rakyatMu.

Apakah itu aku ada didalamnya?

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.