Renungan hari Senin, 6 April 2020
Selamat siang sedulur semuanya. Hari ini Senin dalam Pekan Suci. Makna cinta
Hari ini Yesus mendapatkan jamuan istimewa dari keluarga Lazarus saat IA berkunjung. IA mendapatkan jamuan makan istimewa dan juga mendapatkan pengurapan dengan minyak Narwastu yang sangat mahal hampir sama dengan upah kerja selama 1 tahun untuk 1 liter. Melihat hal itu, Yudas sang bendahara sekaligus pencuri keberatan, maka ia katakan “mengapa minyak sebanyak itu tidak dijual dan uangnya untuk orang miskin”.
Lur kalau ada orang yang bertanya seberapa besar cintamu buat Tuhan? Apa jawabanmu? Maria saudari Lazarus sepertinya patut berterimakasih dan menujudkannya dalam perjamuan makan bersama. Ini karena Lazarus sudah dibangkitkan dan ia mendapatkan kembali orang yang dikasihinya. Maria memberikan lebih dari hanya sekedar makan, yaitu pemberian dirinya sendiri. Ia mengambil minyak Narwastu yang sangat mahal, membasuh kaki Yesus dengan minyak itu, menggosok, membersihkannya, alih-alih memakai handuk, Maria mengurai rambutnya (KEHORMATAN DIRI) dan dipakai untuk membersihkan kaki Yesus. Ia tidak memikirkan apa kata orang lain, namun ia menunjukkan caranya dalam mengungkapkan cintanya. Yuk kita masuk melihat diri sendiri.
Apakah aku sungguh-sungguh mengalami CINTA dan dicintai oleh Allah? Bagaimana aku mengungkapkan cintaku itu? Berapakah aku menghargai CINTA Allah itu, CINTA yang nilainya lebih mahal dibandingkan dengan gaji kita satu tahun. Apakah yang aku persembahkan sudah pantas? Apakah aku seperti Yudas yang menjadikan orang miskin (aneka alasan lain) sebagai kambing hitam untuk tidak mencintai Allah padahal sama sekali sebenarnya kita tidak mencintai Allah sehingga tidak berbuat sesuatupun untuk Allah. Yuk kita berikan cinta kita Yang sedikit untuk Allah namun sangat dirasakan oleh seluruh keluarga dan mereka yang mengenal kita, seperti Maria, yang membiarkan keharuman minyak Narwastu memenuhi seisi rumahnya dan yang hadir merasakan itu. BERKAH DALEM.
Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.