Renungan hari Minggu, 5 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Hari Minggu Palma, kita bersama memasuki pekan Suci. Semoga telah menikmati kebersamaan dengan Tuhan secara istimewa bersama keluarga dalam Ekaristi Minggu Palma.

Minggu Palma istimewa, banyak yang berkata demikian, karena semua umat tidak disibukkan dengan persiapan bersama namun semoga bisa mempersiapkan diri secara lebih baik. Tidak ada pembersihan gereja secara bersama yang ada penyemprotan dengan obat anti virus. Tidak ada perarakan meriah yang ada merayakan tanpa koor dan tanpa umat, sunyi namun kitmat. Hari ini minimal kita dengarkan 3 bacaan dimana biasanya ada 4 dan Injil selalu panjang sehingga kita duduk, lumayan. Dalam bacaan perarakan kita melihat banyak orang bertanya siapakah Dia ini? karena kehadiranNYA mampu mengguncangkan Yerusalem. Dimana kehadiran yang sama saat kelahiranNYA mampu mengguncangkan kerajaan dan Raja Herodes. Penyambutan bak Raja yang menang perang (hamparan kain dan ranting-ranting) namun tidak dikenali. Yang dinaiki bukan kuda yang gagah perkasa, namun keledai muda dengan sedang menyusui (simbol kedamaian). Dalam bacaan Injil kisah sengsara Tuhan, apa yang kita dengarkan yang keluar dari mulut-mulut orang yang terhormat? Ujaran kebencian, kekerasan, kebodohan, ketidakadilan yang tersusun rapi, kekejaman, tuduhan palsu namun apa yang dikatakan Yesus dari kayu Salib untuk semuanya itu? “Bapa, ampunilah mereka karena mereka TIDAK TAHU apa yang mereka lakukan”.

Lur kalau dahan, ranting, daun, rumpur,  jalan dan binatang menyambut Yesus, apakah aku sudah sungguh2 siap menyambut Yesus? Kalau Yesus siap memasuki Yerusalem (simbol kesengsaraan dan kemuliaan) apakah kita juga sudah siap memasuki Yerusalem baru? Yuk datang dan bersihkan diri, jangan merasa bahagia tanpa ada sakramen Tobat bersama sekarang inilah saatnya untuk masuk secara pribadi. Tak usah takut ditolak (walau ada di beberapa sekretariat gereja dituliskan) hanya melayani sakramen minyak suci dan dahar pastor, namun tetaplah meminta seperti wanita Siro-finesia. Selamat memasuki Pekan Suci, yuk semakin menyucikan diri, keluarga dan sesama, agar virus-virus dosa tidak datang kembali menghancurkan kita. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.