Renungan hari Sabtu, 4 April 2020

Selamat sore sedulur semuanya. Hari ini Sabtu dalam hari terakhir  pekan ke-5 Prapaskah. Mencintai Allah.

Dalam bacaan pertama hari ini, Nabi Yehezkiel kembali mengingatkan janji Allah kepada umat Israel bahwa Allah akan menjemput, memgumpulkan dan membawa ke tanah mereka. Mereka akan menjadi satu bangsa dengan satu raja. Mereka akan mengikuti segala perintah Allah sehingga mereka tidak lagi najis ataupun berdosa. Aku akan memberkati dan tinggal bersama mereka. Aku akan menjadi Allah mereka. Kehadiran Yesus sebenarnya untuk memenuhi nubuat Nabi Yehezkiel ini namun orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat justru bersepakat dan mufakat untuk membunuh Yesus karena mereka takut terusik periuk nasinya, kenyamanan dan keselamatannya dengan kehadiranNYA.

Lur membayangkan perjanjian antara Allah dengan bangsa Israel, sungguh suatu situasi yang sangat luarbiasa dalam segalanya. Karena apabila saya ada didalamnya pasti mengalami rasa damai, sukacita, tenteram serta kebahagiaan. Gambaran persatuan dengan Allah inilah rasanya yang saat ini hilang dari kita, kenapa? Terlalu sibuk sehingga kurang/tidak punya waktu untuk Tuhan. Terlalu egois sehingga tidak ada tempat untuk anggota keluarga, pasangan hidup, anak, orang tua apalagi sesama. Terlalu emosi sehingga tidak ada rasa damai dalam diri. Terlalu iri hati sehingga tak mampu mensyukuri dan merasakan kasih serta kehadiran Allah dalam hidup kita. Terlalu kecewa sehingga tidak pernah merasakan Kasih Allah melalui sesama dan anggota keluarga. Yuk kita bersihkan semua, agar besok kita mampu meneriakkan Hosana terpujilah Allah. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.