Renungan hari Jumat, 24 April 2020

Selamat siang sedulur semuanya. SALAM SEHAT. Hari ini Jumat dalam pekan 2 Paskah. Berikan dari kekuranganmu.

Perumpamaan tentang mukjizat penggandaan roti adalah satu dari dua mukjizat yang ditulis oleh keempat penulis Injil selain mukjizat Kebangkitan. Yesus pingin tahu apa sih yang akan muridNYA lakukan jika menghadapi situasi seperti saat itu. Banyak orang (5000 laki-laki), rasanya juga ada perempuan dan anak-anak yang kelaparan/perlu makan. 200 hari gaji untuk membeli roti namun juga tidak mengenyangkan, apalagi hanya 5 roti murah dan 2 ekor ikan apalah artinya, itulah perkataan yang meluncur dari Philipus dan Andreas. Namun menarik apa yang Yesus katakan, “suruhlah mereka ini duduk”. Selebihnya kita tahu apa yang Yesus buat dan berapa yang sisa lebih dari sesuatu yang mencukupkan dan mencengangkan.

Lur sering kita merasa belum mampu untuk berbagi dan memberi seperti Philipus 200 dinar cuma kebagian sedikit, cukup juga enggak, apalagi Andreas, 5 roti dan 2 ikan apa artinya? Logika kita ketika memberi, adalah kelihatan banyak dan cukup. Maka sering kita menunda dan menunggu sampai cukup, padahal manusia tidak pernah merasa cukup. Pemberian bagi Yesus adalah berbeda, seperti anak kecil pemilik roti dan ikan, ia relakan apa yang sedikit dan ia serahkan kepada Yesus, maka dengan ucapakan syukur dan berkat melimpahlah apa yang dalam pandangan dan logika manusia tidak berarti apa-apa. Belajar dari anak kecil yang rela dan merelakan yang kecil untuk mereka yang memerlukan, inilah saatnya kita membagikan apa yang kurang dalam hidup kita. Mungkin kita kurang senyum, bagikanlah senyummu, mungkin muka kita kurang ceria, bagikanlah keceriaan, mungkin kita kurang bisa mengangguk ketika berpapasan dengan tetangga, bagikanlah anggukan untuk mereka. Kalau mungkin kurang menyapa, sapalah tetangga, anggota keluarga, dan atau komunitas, agar ada kegembiraan. Nah kalau kita kurang berdoa, mulailah berdoa dan mendoakan orang lain. Yuk kita mulai berbagi, mulailah dengan yang sederhana dan mudah. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.