Renungan hari Jumat, 15 Mei 2020

Selamat siang sedulur semuanya. SALAM SEHAT & BAHAGIA. Hari ini Jumat dalam pekan 5 Paskah. Kasihilah seorang akan yang lain.

 

Cinta/kasih/cinta kasih menjadi aneh kalau itu perintah. Kenapa banyak orang mengatakan kalau cinta itu adalah rasa/ungkapan hati, lalu kenapa diperintah? Yesus sungguh mengetahui betapa sulitnya cinta itu kalau hanya didasarkan pada perasaan/feeling, maka tidak jarang pasangan pisah karena hilang feelingnya. Cinta haruslah didasarkan pada komitmen/kesanggupan diri. Maka apapun situasinya, ketika komitmen itu ada pernikahan akan utuh. Melalui dasar cinta yang berkomitmen inilah maka apa yang diputuskan, dihadirkan dari hasil Konsili Yerusalem membawa kebahagiaan bagi orang2 bukan Yahudi, karena mereka tidak harus mengikuti adat istiadat Yahudi, yang ternyata mau dipaksakan oleh orang Yahudi yang percaya kepada Yesus namun tidak memiliki wewenang. Yang ditekankan dan wajib diupayakan dari sekarang adalah bagaimana menjaga kesucian diri, yaitu:

1.Tidak makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala2.
2. Darah.
3. Binatang yang mati dicekik,
4. Dari percabulan.

Mereka yang baru percaya hendaklah mengubah cara hidup mereka sebagaimana cara hidup Kristus sendiri.

Lur yuk kita berhandai handai, seandainya surat/keputusan yang sama (mengenai 4 hal diatas) dibacakan dalam Gereja kita saat ini, bagaimana reaksiku? Apakah aku keberatan akan yang mana? Bersyukurlah kalau tidak membuat kita bereaksi negatif akan hal itu. Apa yang harus kita ubah sekarang dalam hidup kita? Kenyamanan2, kesenangan2 serta hiburan2 zaman now yang tidak sehat yang membuat kita jauh mengasihi Tuhan dan sesama itulah yang harus kita buang. Jangan Allah hanya disediakan sisa waktu/leftover time tetapi haruslah disiapkan waktu/prime time. Siapa takut untuk baik. BERKAH DALEM.

 

Renungan oleh RP. Sambodo, SS.CC.