Ingatlah Kita Hanya Pelayan

Mengakhiri masa biasa tahun A dan akan memasuki masa Adven kita diajak untuk merayakan Kristus Raja Semesta Alam. Raja semacam apa yang disodorkan kepada kita Kristus itu? Mungkin diantara kita bertanya, bagaimana mungkin Ia raja, IA sangat miskin, saat lahirpun nggak punya tempat, hanya dikandang domba. Mati, matinyapun disalib dengan berbagai hinaan dan celaan, cemooh dan cacimaki menderita, mati disalib. Tahta dan Mahkota? Sangat jauh sekali, IA tidak punya tahta selain salib. Mahkotanya bukan emas dan berlian, namun hanya sebuah rangkaian duri duri yang sangat tajam dan menyakiti. Sebuah gambaran yang sangat buruk dan bertentangan dengan gambaran kita sehari hari.

  1. Raja Kristus kita adalah raja yang PEDULI, ini digambarkan dalam bacaan pertama, digambarkan sebagai GEMBALA YANG BAIK, yang peduli, mencari, melindungi dan melayani kita sebagai domba2nya. IA akan selalu bersama kita dalam situasi apapun, IA selalu memberikan berkat kepada kita.
  2. Raja kita adalah yang MENGALAHKAN, dalam bacaan ke dua disampaikan oleh Paulus bahwa IA bukan mengalahkan dan menyengsarakan orang atau negara atau raja lain dan menjadikan mereka sebagai budak, tapi yang dikalahkan adalah MAUT dan DOSA. IA mengalahkan dengan KASIH, PENGAMPUNAN dan BELAS KASIHAN, IA mengalahkan musuh musuh kita, kesombongan, percabulan, kemarahan, keserakahan. IA tidak pernah memaksa, IA tetap memberikan dan menghargai keputusan bebas kita.
  3. Raja yang MENGADILI. Keadilan yang sangat adil dan bijaksana, Ia mengadili sesuai apa yang menjadi perbuatan kita atau yang gagal kita lakukan yang seharusnya, Ia mengadili selaras dengan sikap kita. Gambaran ini sangat nyata dalam bacaan Injil hari ini. Allah mengadili kita melalui sesama kita. Bagaimana kita memperlakukan mereka, bagaimana kita bertindak atas sesama kita. karena melalui tindakan kita itu IA merasakan secara langsung hal itu dalam dirinya.

Melihat kenyataan diatas, maka mari kita diingatkan agar mencontoh DIA, terutama bagi kita hendaklah menyadari betapa kita sebenarnya hanyalah sebagai seorang hamba belaka, seorang PELAYAN. Maka semoga kita tidak GAGAL sebagai pelayan, karena kita dengan mudah setiap hari mampu menemui dan mengijinkan kita berjumpa denganNYA dalam setiap Ekaristi dan sakramen-sakramenNya. Apakah aku mau menjadi "RAJA sepertiNYA?" Semoga.