Apakah Minyakku Cukup?

Saudari-saudara yang terkasih dalam Kristus! Hari ini kembali kita diingatkan melalui bacaan yang kita dengar dan renungkan bersama (semoga sudah membaca lebih dahulu) hari ini. Melalui kebijaksanaan yang dalam bacaan pertama mengajak kita untuk selalu mencari dan mengembangkan kebijaksanaan walaupun itu sebenarnya adalah hadiah atau pemberian, namun yang mengharapkan dituntut untuk mencari dan mendapatkan dengan usaha yang sungguh sungguh dan tidak setengah setengah.

Paulus mengajak kita bagaimana menjaga dan menjadi tetap bijaksana dalam segala hal termasuk dalam mensikapi harapan dan keyakinan hidup setelah kematian. Hal ini ditunjukkan bagaimana seharusnya kita bersikap dan menyikapi kematian terlebih bila itu terjadi dan mengenai anggota keluarga kita sendiri. Akan sedikit mudah bagi kita mengatakan agar tetap bersikap sebagaimana Paulus sampaikan, apabila itu terjadi dalam keluarga orang lain.

Saudari-saudara yang mengasihi dan dikasihi Allah, Yesus membawa kita agar melakukan sikap dan tindakan yang menjadikan kita sebagai orang yang bijaksana, hal ini dengan perumpamaan 5 gadis yang bodoh dan 5 yang bijaksana. Kita diajak untuk tidak menyiapkan segala sesuatu disaat saat terakhir, namun selalu membuat perencanaan. Perencanaan bukanlah menunjukkan bahwa kita tidak percaya kepada Allah, tetapi merupakan bagian yang harus kita kerjakan.

Apakah minyakku cukup? Adalah baik kalau kita renungkan bersama apakah aku bijaksana atau bodoh? Apakah aku selalu menjaga hubunganku secara baik dan teratur dengan Allah? Apakah minyak pengampunanku (mau mengakui kesalahan dan mengaku dosa serta mengampuni sesama) masih cukup? Semoga.