Rosario Bersama Arca Peziarah Bunda Maria Fatima

Sehubungan dengan kedatangan Arca Peziarah Internasional Bunda Maria dari Fatima ke Singapura dari tanggal 11 – 18 September yang baru lalu, maka Komunitas Katolik Indonesia termasuk KKIS dan beberapa kelompok lain diantaranya adalah KTM, KKIHS dan Komindo mendapat kesempatan – bukan hanya sekali namun dua kali – untuk berdoa Rosario dalam bahasa Indonesia di kedua tempat yang berbeda.

Pada hari ketiga kunjungan Arca Peziarah Bunda Maria Fatima, tepatnya di pagi hari Rabu, 13 September pk. 5.00 pagi tepatnya di Gereja Cathedral of the Good Shepherd, penulis dari LM KKIS bersama teman-teman dari CG AmoreDio dan teman-teman muda lain dari berbagai kelopok Indonesia menyempatkan diri untuk hadir dan berdoa Rosario dihadapan arca Maria tersebut. Walau banyak yang berkorban harus bangun lebih pagi namun rasa kantuk itu terhapus dengan kekhusyukan dan keharuan yang tercipta ketika kami boleh berdoa sedekat itu dengan Bunda di hadapan kita.

Berikutnya kamipun diberi kesempatan untuk berdoa di hadapan arca yang sama namun kali ini bertempat di St Peter Hall, Catholic Spirituality Centre (CSC) pada hari Sabtu, 16 September pukul 19.00 – 20.00. Berhubung Misa sebelumnya selesai lebih lambat dari waktu yang ditentukan, namun puluhan teman-teman Komunitas Indonesia dengan sabar menunggu giliran kami untuk berdoa.

Akhirnya acara dapat berjalan dengan khidmat diiringi dengan paduan suara gabungan dari berbagai choir di KKIS yang mengiringi umat dengan lagu pembuka, penutup dan lagu Ave Ave Fatima di setiap akhir dekade. Acara doa inipun semakin lengkap dengan adanya renungan yang dibawakan oleh Bpk Hendro Wahyudi. Dalam renungannya, Bpk Hendro yang lebih akrab dikenal dengan ‘mas Hendro menekankan agar kita tidak mudah terlena dengan ‘asyiknya’ berada di gunung yang tinggi ketika pada hari-hari tersebut umat mudah terhanyut dengan ‘demam Maria’ sehingga terlupa akan tantangan dan kesulitan dunia yang tetap harus kita hadapi sebagai umat beriman. Justru pada saat-saat sulit inilah kita semua diuji bagaimana kita tetap dapat berpasrah & berpegang kepada Tuhan yang menjadi Penyelamat kita.

Sesaat sebelum selesai Doa Rosario, ketika kami selesai berdoa Penyerahan kepada Hati Kudus Yesus dna Hati Tersuci Maria, kami sempat terkejut namun amat bersukacita ketika Mother Dina salah seorang biarawati dari Alliance of the Holy Family International (AHFI) yang mendampingi Arca Peziarah Bunda Maria Fatima berbisik kepada penulis dan menawarkan apakah komunitas Indonesia berminat untuk menerima skapulir coklat yang akan diberkati oleh Rev. Fr Francis Tiquia. Tanpa berpikir panjang, kami langsung menyetujui usulan tersebut. Akhirnya setelah Fr Francis menjelaskan arti dan makna skapulir coklat itu, kami semua berbaris dengan tertib menerima hadiah dari Bunda Maria sendiri yang datang mengunjungi kami di peringatan 100 tahun penampakannya di Fatima. Sungguh kedua acara doa ini membantu kami untuk semakin giat dan tekun melaksanakan pesan Maria untuk berdoa Rosario demi pertobatan dunia.


Bunda Maria dari Fatima, doakanlah kami.