Tobat (Rekonsiliasi)

"Baptisan menjauhkan kita dari kuasa dosa dan kematian, dan membawa kita ke dalam kehidupan baru dari anak-anak Allah, tetapi tidak membebaskan kita dari kelemahan manusia dan kecenderungan untuk berbuat dosa. Itulah sebabnya kita membutuhkan tempat di mana kita dapat didamaikan dengan Allah secara berkala. Rekonsiliasi benar-benar memperbaharui jiwa, meringankannya, meninggalkannya tanpa utang masa lalu, menerimanya dengan penuh kasih dan memperlengkapinya dengan kekuatan baru. Tuhan adalah Maha Rahim dan Ia ingin agar kita dapat memperoleh rahmat kerahiman-Nya. Seseorang menjadi bersih seperti halaman baru di buku hidupnya setelah ia mengaku dosa."- YOUCAT # 226

 

Untuk Penerimaan Sakramen Tobat (Rekonsiliasi), anda dapat membuat janji dengan imam melalui telpon disini atau dapat menghubungi imam setelah Misa di sakristi.

Penerimaan Sakramen Tobat (Rekonsiliasi) sebelum Hari Raya Natal dan Paskah silakan menunggu pengumuman terpisah.

 
Panduan untuk membuat pengakuan yang baik

Sangatlah penting bagi kita untuk memeriksa batin kita setiap hari. Dengan kerendahan hati yang total, kita harus membuka diri dan hati kita untuk dikoreksi oleh orang yang dekat dengan kita.
"Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita."(1 Kor 11: 31).

Pemeriksaan ini harus dilakukan di hadapan Allah, mendengarkan suara-Nya dalam diri kita. Ini akan menjadi cara terbaik untuk mempersiapkan pengakuan. Anda akan menemukan beberapa praktek sangat membantu, dibawah ini:
  • Carilah tempat yang tenang, sebaiknya di hadapan Yesus dalam Sakramen Mahakudus. Hanya Tuhan yang dapat menunjukkan kepada kita hati kita, bagaimana kita telah menjawab kasih-Nya dan menganugerahkan kepada kita rahmat untuk memperbaiki diri.
  • Merenungkan kehidupan Yesus dan kasih-Nya yang terwujud dalam Salib-Nya. "Mereka akan memandang Dia yang sudah mereka tikam" Yoh 19:37.
  • Tanyakan kepada diri anda: "Bagaimana saya menanggapi begitu banyak cinta, begitu banyak rahmat?
  • Perlu diingat bahwa pemeriksaan yang anda lakukan bukan semata-mata untuk menghitung jumlah dosa tetapi lebih untuk menemukan sikap-sikap buruk dalam hati kita dan dapat merasakan kesedihan karena dosa-dosa kita serta tekad yang bulat untuk tidak melakukan dosa itu lagi. Perlu diingat bahwa selalu ada kelemahan-kelemahan dalam hati kita yang membutuhkan perhatian khusus.