Marriage Encounter - KKIS

Marriage Encounter atau yang sering disingkat ME adalah sebuah gerakan dari Gereja Katolik untuk pasangan suami istri. Gerakan ME dimulai pada tahun 1962 di Barcelona dan kemudian masuk ke Indonesia pada tahun 1975. ME diawali dengan acara di akhir pekan, yang disebut dengan Weekend ME (WE ME). KKIS mengadakan WE ME dalam bahasa Indonesia yang pertama kali di Singapura pada tanggal 25-27 September 1987 dengan mengundang tim ME Indonesia dan diikuti oleh 14 pasutri. Kemudian pada tanggal 24-26 Agustus 2001 kembali di Singapura mengadakan WE ME yang kedua dengan 6 pasutri sebagai peserta.

Upaya membangunkan ME KKIS yang sedang tertidur pulas dilakukan oleh pasutri Handojo-Josephine dan teman-teman. Mereka mencoba menghubungi beberapa keluarga muda (generasi ke-3 KKIS) dan tim ME Indonesia untuk mengadakan ME. Tarik ulur masalah tempat weekend dan perijinan terjadi. Dengan berbagai macam pertimbangan dan meminimalkan kesulitan serta kendala yang ada serta kesediaan Ranting dan unit Marriage Encounter KKIS untuk berkorban dan mengorbankan kekewatiran baik peserta maupun “kompornya” maka WEME KKIS ke III memilih tempat di Batam. Melalui Berkat Tuhan yang tercurah serta kerja keras calon peserta yang merangkap sebagai panitia dan dukungan kelompok ME Batam, maka WE ME KKIS III terselenggara dengan baik pada tanggal 3-5 Oktober 2014 dan diikuti oleh 12 pasutri dan pastor pembimbing kita, Romo Sambodo SSCC sebagai peserta.

Belum dari setahun terbentuknya ME KKIS III, kami telah berhasil menjadi penyelenggara WE ME KKIS IV yang dipimpim oleh Romo Thomas Sukotriraharjo SSCC dan Tim ME Indonesia pada tanggal 29-31 Mei 2015 di ME House, Singapura yang diikuti oleh 13 pasutri.

ME bagi pasutri Dwi-Sandra (ME KKIS III) bagaikan suatu proses menggarap sebidang lahan yang dimulai dari menanam bibit tanaman yaitu WE ME; memelihara tanaman-tanaman tersebut yaitu disaat kami melakukan Bridge Proses dan Kelompok Dialog; dan diakhiri dengan masa panen yaitu disaat kami merasakah buah-buah Roh Kudus hadir dalam keluarga. Bridge Process adalah program yang menjebatani antara pengalaman weekend dan agar dapat menyatu dengan komunitas ME yang lebih luas.

Dalam WE ME, kami berdua merasakan sukacita dalam kenyamanan saling memiliki, sehingga membuahkan rasa syukur dan keintiman berelasi dengan Tuhan. Bagaimana perasaan yang sungguh istimewa tersebut mungkin terjadi dalam 44 jam saja? Melalui presentasi tim pembicara yang berdasarkan pengalaman hidup mereka yang nyata, kami bukan hanya diberikan pedoman yang sangat praktis tetapi juga distimulasi untuk membiasakan diri berkomunikasi yang benar dengan kasih. WE ME adalah workshop yang luar biasa karena dirangkum dengan pandangan spiritual, sehingga kami semakin mengerti, mensyukuri dan merasakan pembaharuan Sakramen Perkawinan yang telah kami saling terimakan. Pada saat itu, rasanya kami dalam kepenuhan roh dan dengan energi baru siap kembali dalam keluarga bersama anak-anak.