Persekutuan Doa GALILEA

 

Keterbatasan akan pengetahuan bahasa, perbedaan gaya hidup dan budaya, dihadapkan dengan peristiwa-peristiwa menyedihkan, jauh dari sanak saudara….. membuatku merasa kesepian, tertekan, tidak betah, apalagi lingkungan sekitar yang sangat tertutup, aku merasa kurang diterima. Keadaan ini hampir membuatku putus asa dan si penyakit mulai menghinggapiku. Begitulah gambaran kehidupanku ketika hijrah ke Singapura tahun 2007. Pertolongan Tuhan tidak lebih cepat dan tidak pernah terlambat. Semua Dia jadikan indah pada waktunya (Pengkothbah 3:11). Pertengahan 2008 aku mulai rajin mengikuti Misa KKIS. Melalui Misa KKIS, aku mengenal PD Galilea. Aku mulai datang ke komunitas ini, yang rutin mengadakan acara-acara doa, sharing iman, pengajaran Kitab Suci. Sambutan yang hangat, wajah-wajah yang welcome dan penuh senyum menyambutku setiap kali datang.

Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, aku tetap setia hadir setiap hari Rabu jam 10 pagi. Duduk diam, mendengarkan sharing iman, berdoa dan menaikkan pujipujian bersama. Itulah yang aku lakukan pada awalnya.

Tahun ke 1…. ke 2…… ke 3. Hingga sekarang 2015 tahun ke 8, aku tetap setia. Buahnya mulai muncul dan kelihatan, bahkan tahun ke tahun makin berbuah lebat dan manis, yang oleh suami dan anak ku juga dapat mereka rasakan. Dulu aku gampang marah dan emosi, sekarang sudah lebih bisa menguasai diri. Dulu hidup doaku on-off, sekarang sudah makin konsisten. Selalu bersyukur dan hidup dalam sukacita Tuhan. Penyakitku pun satu demi satu dapat teratasi, konsumsi obat-obat medis juga berkurang. Aku percaya bahwa hati yang gembira adalah obat yang mujarab (Amsal 17:22)

Aku juga semakin betah tinggal di Singapura dan tidak merasa jauh lagi dari keluarga besarku. Dalam komunitas Galilea dan KKIS, aku dapat merasakan kekeluargaan yang sangat kuat dan akrab. Semua anggotanya berusaha secara bersama-sama melakukan kehendak Allah Bapa (Matius 12:50).

Semakin kusadari bersatu dan hidup berkomunitas sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan hidup rohani dan imanku. Namun bukan berarti penderitaan, cobaan dan masalah lenyap begitu saja. Tetapi aku dan suamiku semakin dapat melihat Tuhan dalam setiap cobaan dan masalah yang ada. Kami semakin sabar, kuat dan lebih bijaksana dalam menjalani dan melewati masalah-masalah. Kami percaya segala sesuatu boleh terjadi untuk mendatangkan kebaikan.

Lewat hidup berkomunitas juga aku diingatkan untuk selalu setia membaca Kitab Suci. Sehingga sekarang menjadi suatu kebutuhan harianku. Membaca…memahami…mendengar dan menjadi pelaku firman… Semoga selalu diberi kemampuan.

Terima kasih KKIS, Terima kasih PD Galilea

 

Ditulis oleh Raulina Sagala, anggota dan pengurus PD Galilea periode 2015-2017. Ibu dari 4 anak, yang ditengah kesibukannya sehari-hari mengurus suami dan 4 anaknya, masih dapat berkarya diladang Tuhan. Sungguh indah karya Tuhan dalam dirinya. [7 Mei 2015]

 

Acara Jalan Salib PD Galilea