Salib dari Nursia di dekat Gua Natal Vatikan

Dalam sebuah kunjungan ke Nursia 8 hari sebelum terjadinya gempa, Kardinal Robert Sarah secara nabiah mengatakan: "Ini mengingatkan saya pada Bethlehem."

https://i0.wp.com/res.cloudinary.com/aleteia/image/fetch/c_fill,g_auto,w_620,h_310/https:/aleteiaen.files.wordpress.com/2016/12/29000lpr_aa509399a511226.jpg?resize=620,310&quality=100&strip=all&ssl=1KOTA VATIKAN – Kandang Natal di Vatikan memiliki satu tambahan yang unik tahun ini: sebuah salib dari Basilika St. Benediktus di Nursia, Italia.

Basilika Nursia adalah satu dari belasan gereja yang hancur akibat gempa yang melanda Italia tengah pada bulan Agustus dan Oktober tahun ini. Namun, gempa kali ini memiliki keistimewaan yang unik, karena dibangun di atas tempat kelahiran St. Benediktus, Bapa dari monastisisme Barat dan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah peradaban Barat. Sebuah salib, yang pernah berdiri di atas Basilika, ditempatkan dengan beberapa puing di samping pemandangan kelahiran hidup yang diresmikan pada hari Jumat malam di Lapangan Santo Petrus.

Vatikan mengatakan bahwa persembahan yang ditinggalkan di samping pemandangan palungan akan menuju pembangunan kembali Basilika Norcia, yang dihancurkan oleh gempa berkekuatan 6,9 richter pada 30 Oktober.

Hanya 8 hari sebelum Basilika Nursia hancur, Kardinal Robert Sarah, Prefek Kongregasi untuk Ibadat Ilahi, mengunjungi para biarawan di Norcia dan memberkati tempat tinggal temporer mereka di San Benedetto di Monte [di gunung], sebuah biara sementara yang menghadap Nursia di mana para biarawan berpindah setelah gempa pertama terjadi pada bulan Agustus.

"Ini mengingatkan saya pada Betlehem," Kardinal Sarah memberi tahu mereka. Menurut para rahib, setelah memercikkan air suci ke dapur, skriptorium, tempat tidur dan kapel, dia menyatakan dengan lembut namun kuat: "Saya yakin bahwa masa depan Gereja ada di biara ... karena di mana ada doa, ada masa depan."

Berbalik ke Vatikan – tahun ini, pohon Natal di Vatikan adalah sebuah pohon cemara setinggi 80 kaki yang dibawa dari wilayah Trentino di Italia utara. Hiasan yang menghiasi pohon itu keramik, dan telah dibuat oleh anak-anak yang dirawat di rumah sakit dan mendapat perawatan di onkologi anak-anak.

https://www.catholicnewsagency.com/images/Christmas_tree_and_Navity_scene_in_St_Peters_Square_on_Dec_7_2017_Credit_LOsservatore_Romano_CNA.jpg?w=640Sedangkan kandang Natal tahun ini adalah hadiah dari Keuskupan Agung dan Pemerintah Malta. Dirancang oleh seniman lokal Manwel Grech, termasuk perahu tradisional Maltese, "luzzu", yang menurut para seniman, tidak hanya mewakili tradisi Malta tapi namun juga penderitaan para pengungsi yang melintasi Laut Tengah dan melarikan diri dari perang dan kemiskinan.

Sebelum upacara penyalaan pohon Natal dan kandang Natal, Paus Fransiskus bertemu dengan delegasi dari Malta dan Trentino untuk berterima kasih atas kontribusi mereka. Dia berkata: "Kandang Natal dan pohon natal mewakili pesan harapan dan kasih, dan membantu menciptakan suasana Natal yang kondusif untuk hidup, dengan iman, misteri Kelahiran Penebus, yang datang ke dunia dengan kesederhanaan dan kelemahlembutan, " dia berkata. "Mari kita bersama-sama menarik diri kita – dengan semangat seperti anak kecil – ke tempat kelahiran, karena di situlah kita mulai memahami kebaikan Tuhan dan merenungkan rahmat-Nya, yang menjadi manusia untuk melembutkan pandangan kita kepada sesama.” Kandang Natal dan tempat kelahiran Vatikan akan tetap diterangi sampai hari Minggu, 8 Januari.

Diterjemahkan dari: https://aleteia.org/2016/12/10/vatican-nativity-scene-includes-spire-from-basilica-of-st-benedict-in-norcia/