Pastor John Baptist Tou Kembali ke Rumah Bapa

Image may contain: one or more people and beardJika kita sering mengikuti Misa di St Bernadette, pastilah kita pernah melihat seorang pastor tua yang sedang berjalan-jalan dengan tenang di sekitar pastoran atau di tempat-tempat lainnya sekitar gereja. Dialah Pastor John Baptist Tou. Pada hari Kamis, 7 Desember yang lalu, pastor Tou dipanggil kembali ke rumah Bapa.

Pastor Tou lahir dari keluarga Katolik yang taat di SiPing, di bagian timur laut Cina pada tanggal 17 Maret 1929. Ayahnya bekerja sebagai guru bahasa Cina untuk misionaris asing di seminari. Dia bergabung dengan seminari yang sama, di mana beberapa anggota keluarganya sudah menjadi frater, ketika berusia 16 tahun. Studinya menuju jenjang imamat membawanya ke manca negara.

Dari SiPing, dia pergi ke Sengyang dan Fushun, lalu ke Beijing dan Shanghai, sebelum pergi ke Hong Kong, Macau dan Manila. Dia akhirnya ditahbiskan dua belas tahun kemudian pada tanggal 29 Juni 1957 di Montreal, Kanada.

Pastor Tou tiba di Singapura pada tahun 1959 dan melayani di Gereja Nativity of the BVM selama 20 tahun. Dia mengajar bahasa Mandarin di Seminari Menengah dari tahun 1966-1975 sebelum berangkat ke New York di mana dia melayani tiga paroki di Manhattan Eastside selama 15 tahun. Sekembalinya ke Singapura, dia bertugas di Gereja Holy Family dari tahun 1995 sampai 2002. Dari tahun 2000 sampai 2002 dia adalah Pastor Paroki Gereja Holy Family. Setelah Fr Patrick Goh mengambil alih sebagai Pastor Paroki, Fr Tou tetap tinggal di Holy Family sebagai pastor pembantu sampai awal tahun 2006. Setelah itu beliau dipindahkan ke Gereja St. Bernadette.

"Pastor Tou adalah seorang imam yang sangat pendiam," kata Richard Paul, seorang umat dari Gereja Holy Family. Meskipun beliau tidak begitu banyak berbicara untuk umat berbahasa Inggris, mungkin karena dia lebih mahir berbahasa Mandarin daripada bahasa Inggris, "dia akan selalu mencoba memahami apa yang orang inginkan", kenang Paul. "Dia pastor yang sangat mendukung," tambah Paul.

Pastor Tou telah menjadi pastor pembantu di Gereja St. Bernadette sejak Januari 2006. Jean Ngiau, umat paroki di Gereja St. Bernadette, mengingat kebaikannya. "Pada tahun 2003 ketika SARS melanda Singapura, Pastor Tou menunjukkan 'apa yang Yesus akan lakukan' dengan mengesampingkan kenyamanan pribadinya dan memberikan sakramen orang sakit kepada seorang umat yang sedang sekarat di Changi General Hospital meskipun hari itupun dia sedang sakit”, kenang Ms Ngiau.

Pasien yang sakit parah adalah ibu Ngiau. Tindakan kasih Bapa Tou adalah sesuatu yang tidak akan pernah dia lupakan sampai akhir hidupnya, kata Ngiau. 

Pastor Eugene Chong, mantan Pastor Paroki Gereja St. Bernadette mengatakan: "Saya selalu menganggap saya sebagai orang yang beruntung bahwa dia dapat berbagi sebagian dari 50 tahun kehidupan imamatnya bersama kita di St. Bernadette. (Dalam dirinya) saya melihat seorang imam sederhana namun bermartabat yang penuh doa dan ketulusannya telah mengajarkan saya untuk merasa puas dan bahagia sebagai imam." Rest in Peace Fr Tou.

Diterjemahkan dari FB Church of St Bernadette: https://www.facebook.com/stbernadettesg/posts/786835951516712