Mukjizat Montserrat: Dari Api Penyucian Menuju ke Surga

Selain Peringatan Semua Orang Kudus, bulan November juga dikenal sebagai bulan bagi Arwah-Arwah Orang Beriman. Seringkali imam berbicara mengenai Api Penyucian. Namun apa dan bagaimana arwah-arwah dapat disucikan melalui api penyucian dan berpindah kedalam kemuliaan abadi di surga? Bacalah kisah ini dimana seorang anak melihat ayahnya sendiri disucikan dan bergerak menuju surga setelah didoakan. Semua karena dia mempersembahkan tiga kali Misa Kudus untuk ketenangan jiwanya.

 

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/fe/Carracci-Purgatory.jpgPada abad ke-17, seorang gadis muda yang sedang berduka mendekati Abbas Benediktin Millán de Mirando di biara Bunda Maria dari Montserrat di Spanyol. Dia memohon Abbas untuk mempersembahkan tiga kali Misa untuk ayah almarhumnya.

Gadis muda itu benar-benar yakin bahwa Misa-Misa ini akan mempercepat ayahnya dalam perjalanan menuju surga, melepaskannya dari penderitaan api penyucian. Tergerak oleh iman gadis itu, Abbas tersebut berjanji akan mempersembahkan misa pertama di hari berikutnya.

Selama Misa gadis muda itu berlutut dan saat dia melihat ke atas, dia melihat ayahnya di dekat altar tempat imam tersebut mempersembahkan Misa. Dia menggambarkan ayahnya sebagai seseorang yang "berlutut, dikelilingi oleh api yang mengerikan" dan terletak di tangga bawah altar. Imam tersebut diberitahu tentang fenomena ajaib ini dan dia meminta gadis itu untuk meletakkan sepotong kertas dimana arwah ayahnya sedang berlutut. Secarik kertas itu mulai terbakar dan dilihat orang banyak, meski imam itu tidak bisa melihat ayah anak itu. Fenomena ini memaknai pemurnian ayahnya melalui nyala api penyucian.

Hari berikutnya, sebuah Misa kembali dipersembahkan untuk ketenangan jiwa ayahnya dan lagi-lagi gadis kecil itu melihat ayahnya. Kali ini arwah ayahnya berdiri di tangga atas di samping sang diakon dan "mengenakan jas berwarna cerah." Pada tahap ini ayahnya masih berada di api penyucian, tapi tidak lagi tersentuh oleh nyala api.

Pada Misa ketiga dia melihat ayahnya untuk terakhir kalinya. Selama perayaan Ekaristi dia “mengenakan jas putih salju”, tapi kemudian sesuatu yang luar biasa terjadi pada akhir Misa. Gadis kecil itu berseru, "Ayahku pergi dan naik ke langit!" Dia tidak lagi memiliki Untuk mengkhawatirkan jiwa ayahnya saat dia tahu dengan yakin bahwa dia telah sampai di gerbang surga.

Diterjemahkan dari: https://aleteia.org/2017/11/02/this-grieving-girl-witnessed-her-father-travel-from-purgatory-to-heaven/