Jangan Takut

Umat Allah yang berbahagia. Hari ini ditawarkan kepada kita agar membuang jauh rasa khawatir dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan sepenuhnya.

Dalam bacaan pertama bagaimana seorang janda beserta anaknya akan segera mati, karena tidak ada yang diharapkan. Tepung dan minyakpun hanya tinggal untuk malam itu saja mereka makan berdua. Ketika datang Nabi Eli yang datang sebagai kiriman Allah, ia minta air dan minta dibuatkan sepotong roti baginya lebih dulu, baru kemudian untuk mereka berdua. Hal ini seperti bercanda saja, namun karena perkataan nabi itu, maka mereka bertiga tidak pernah kekurangan sampai tiba waktunya menuai.

Dalam bacaan Injil Yesus mengamati tingkah laku pemberi derma/kolekte. Yesus tidak kagum akan pemberian mereka semua kecuali terhadap seorang janda miskin yang hanya mempersembahkan 2 peser atau 1 duit. Mengapa Yesus kagum, toh persembahan tak seberapa jika dibandingkan dengan yang lain, yang memberi lebih banyak? Kedua janda dalam kedua bacaan di atas, mengajarkan kepada kita semua untuk percaya kepada penyelenggaraan Allah. Artinya bagaimana harus percaya dan berserah sepenuhnya. Menaruh sepenuhnya kepada Allah itu adalah sebuah bentuk lompatan iman, dari yang hanya asal-asalan kepada beriman yang sesungguhnya, iman yang sejati. Lalu bagaimana dengan persembahan, berapa sebaiknya dan seharusnya? Bersyukurlah gereja katolik tidak memakai harga mati persepuluhan, namun persembahan kasih. Gereja tidak menuntut bahwa wajib memberikan 10 persen dari yang kita punya, namun berilah dengan hati yang gembira dan rela. Karena bagi Yesus pemberian yang bernilai adalah berapa banyak yang masih tersisa bagimu bukan berapa besar yang sudah kamu berikan.