Bartimeus: Iman Yang Teguh

Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Allah. Setiap orang punya ceritanya sendiri-sendiri doakan mengikuti panggilan Allah. Ada yang melalui peristiwa duka, sedih, maupun gembira (bukan peristiwa rosario ya). Ada yang dipanggil melalui peristiwa sederhana, karena teman ataupun bahkan karena peristiwa luar biasa.

Hari ini melalui ceritera tentang pengemis buta yang berteriak tanpa henti meminta perhatian dan pertolongan Allah. Meskipun dilarang, dihalang-halangi, diteriaki orang untuk diam, namun tetap ia menyatakan niatnya. Baginya haruslah tercapai apa yang menjadi harapan dan kerinduannya. Mengapa dia melakukan demikian?

Pertama, Bartimeus tidak mau terkungkung dan terkurung dalam keterbatasan dan kelemahan. Kedua, Bartimeus ingin merasakan sendiri keindahan dalam kebersamaan baik dengan sesama maupun kebersamaan dengan Allah (jatuh cinta pada suara pertama). Ketiga, Bartimeus tidak mau menjadi orang yang diluar arena namun ia ingin menjadi bagian dalam arena itu sendiri.

Ketika Bartimeus dipanggil, ia datang dengan tidak menutupi diri/terbuka dihadapan Allah, hal ini disimbolkan dengan dilepasnya jubah/mantel yang berfungsi sebagai pelindungnya. Bahkan saat akan beranjak pergi menuju Yesus banyak orang mengatakan kuatkan dirimu IA mememanggil engkau. Bartimeuspun menginginkan untuk bisa melihat.

Saudari-saudara yang terkasih, dalam keseharian kita semua tidak ada yang seperti Bartimues dalam penderitaan, namun secara rohani apakah kita menang/lebih unggul dari Bartimeus? Setelah Apa yang menjadi harapannya dikabulkan, Bertimeus menjadi setia untuk mengikuti Yesus, sedangkan kita kadang menjadi sombong dan lupa akan Allah. Bartimeus datang dengan iman yang teguh, sementara kalau kita datang seringkali dikasih syukur, enggak ya sudah.

Mari kita semua merubah diri, menanggalkan penghalang dan beban untuk bisa berjumpa dengan Tuhan.