Menjadi Bijaksana Adalah Anugerah

http://photos1.blogger.com/blogger/2182/910/1600/rich-young-man.jpgSaudari-saudara yang terkasih dan yang mengasihi Yesus. Kekayaan, kecantikan ataupun kekuasaan umumnya diperoleh karena warisan atau pemberian dari orang tua, keluarga besar dan lain sebagainya. Namun kebijaksanaan tidak mungkin diwariskan dari manusia namun dari Allah sendiri. Bacaan I mengajarkan kepada kita akan hal ini. Salomo berdoa dan memohon kepada Tuhan agar ia dimampukan untuk bisa memahami umatnya, membedakan mana yang baik dan mana yang salah.

Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan yg salah bisa dicapai melalui doa, mendengarkan perkataan Allah. Orang muda kaya yang datang kepada Tuhan yang bertanya bagaimana dapat memperoleh hidup kekal. Yesus yang mengetahui bagaimana kehidupan sehari-harinya, mengajaknya untuk hidup secara radikal, menjual semua miliknya, memberikan kepada yang miskin dan mengikuti Dia. Ia menjadi sedih dan menjauh dari Tuhan. Dia lupa bahwa apa yang baik yang selama ini ia miliki yang ada padanya adalah pemberian Allah semata. Ingin mendapatkan hidup kekal namun tidak berani menanggalkan dan meninggalkan kekayaan yang dimiliki.

Mungkin kita juga sebagai orang yang “kaya”, banyak memiliki musuh, banyak sifat marah, iri hati, dengki, serakah, sombong, yang memenuhi hati. Apakah kita berani meninggalkan serta menanggalkan kekayaan hati dan berani hidup dan punya hubungan yang akrab dengan Allah sendiri sehingga kita mempunyai kebahagiaan kekal.