Menjadi Apakah Anak Ini Nanti?

Saudari-saudara yang terkasih dan yang mengasihi Yesus. Melalui bacaan Injil hari ini, kita mendengarkan kisah dramatis kelahiran Yohanes Pembaptis. Elisabet, ibunya, dan Zakharia, ayahnya, dan bahkan tetangga dan sanak saudaranya, sungguh-sungguh yakin bahwa tangan Tuhan menyertai anak itu sehingga mereka berseru “Menjadi apakah anak ini nanti?” Bukankah kita juga sering mendapatkan ekspektasi & harapan untuk hidup kita yang diberikan oleh orang tua kita, oleh bos kita di tempat kerja, oleh guru kita di sekolah, dan bahkan oleh diri kita sendiri? Dan seberapa sering kita merasa putus asa dan gagal dalam memenuhi harapan itu, tidak mencapai target, dan berseru bersama dengan Nabi Yesaya di bacaan pertama, “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia”? Dikala kegagalan, keputus-asaan, dan kelemahan ini, kita diundang oleh Yesus hari ini untuk kembali ke awal, dan menyadari bahwa “Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak aku ada di perut ibuku.” Marilah kita menyadari penyertaan Tuhan sepanjang hidup kita, supaya kita tetap semangat menunaikan tugas unik yang telah diberikan Tuhan dalam masing-masing hidup kita, walaupun diterpa banyak kegagalan selama perjalanan hidup ini. Semoga kita dapat dengan semangat menyerukan pujian bersama sang pemazmur, “Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya keselamatan.” Dan akhirnya dapat mendengar sambutan yang Tuhan beri kepada Daud di bacaan kedua: “Aku telah mendapat seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”