Kita Adalah Thomas

Saudari-saudara yang terkasih dan dikasihi Tuhan,

Selamat PASKAH, Selamat PESTA KERAHIMAN ILAHI.

Dalam keseharian kita, cara kita memahami persoalan dan menyelesaikannya selalu ada perbedaan. Ada yang diberi kemampuan untuk memahami dengan cepat, ada yang biasa biasa saja dan ada yang sangat memerlukan waktu yang lebih lama, masuk yang manakah kita?

Demikianlah Thomas, yang sedikit lambat memahami makna kebangkitan gurunya. Juga ketidakhadiran Thomas dalam kebersamaan para temannya, semakin membawa Thomas jauh dan lebih lamban lagi. Thomas tidak bersama dengan yang lain apakah karena ia masih berduka yang mendalam ataukah ada hal yang lain? Ketika kembali bersama yang lain, mendapat kabar bahwa Yesus bangkit, ia tidak percaya.

Kita adalah Thomas yang juga mengalami kelambatan dalam memahami kehadiran Tuhan. Meskipun ikut misa dengan rajin, doa cukup tapi belum membuka hati untuk Tuhan. Maka adalah perlu komunitas untuk memberikan tempat dan kesempatan untuk kita2 bertumbuh dalam pemahaman yang lambat.

Kerahiman Allah yang kita rayakan adalah bagaimana Allah memberikan contoh kepada kita semua untuk merasakan kasihNYA. Allah akan selalu masuk berulang ulang kedalam hati kita melalui berbagai kesempatan, sebagaimana Yesus berulang ulang masuk melalui pintu yang tertutup, penuh ketakutan dan curiga sebagaimana masa para murid. Kita adalah Thomas, mari belajar walau lambat untuk menjadi seperti Yesus dan BapaNYA yang selalu mengasihi siapa saja yang memerlukan dan mau menerima.