Hidup Baru

Prapaskah baru saja berlalu, dengan dirayakannya PASKAH. Apakah persiapan saya selama masa Prapaskah sungguh baik dan benar sehingga membawa pengalaman indah dalam merayakan PASKAH? Atau karena asal-asalan mempersiapkan, PASKAH ini masih tanpa ada rasa perubahan?

Seringkali secara teori, ketika diawal masa Prapaskah kita mempunyai rencana yang indah dan menarik untuk dapat membuat sebuah perubahan. Namun dalam prakteknya kadang menjadi lebih parah. Akibat tuntutan pekerjaan, keadaan, situasi diri dan keluarga ternyata apa yang menjadi niat hanya sekedar niat, masih belum bisa melaksanakannya. maka kita menjadi sedih, putus asa ataupun mungkin nggak ada rasa karena sudah biasa dan terbiasa.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk memiliki pengalaman seperti para murid Yesus yang mengalami kebangkitan. Pengalaman kebangkitan membangkitkan semangat Petrus dan para murid untuk berani mewartakan sabda Allah secara lebih terbuka. Mereka mengajak semua saja yang menyaksikan kesengsaraan, wafat dan kebangkitanNYA harus berani hidup secara baru, sebagaimana Paulus mengajak umat di Tesalonika untuk mengarahkan pandangan dan cara hidup baru menurut Sabda Allah. Bacaan Injil semakin menggugah para murid saksi kebangkitan, Mereka merasakan dan menjadi baru, dan masing masing berani mengtakan "Yesus sungguh hidup" atau "Aku telah berjumpa dengan TUHAN."

Kebangkitan Kristus adalah pengalaman baru bagi para murid, mengubah dan menjadikan baru, lalu bagaimana dengan kita? Apakah aku juga memiliki pengalaman, semangat dan cara baru yang hidup sebagaimana para murid, Petrus, Paulus, Maria Magdalena, 2 murid Emaus? Apakah aku juga merayakan kebangkitan diriku ataukah aku masih seperti yang dulu letih, lesu, tak bersemangat serta tidak merasakan KASIH TUHAN? Jika jawaban Anda ya, ayo bangkit bersama KRISTUS.