Sebuah Perjalanan

Saudari-saudara yang mengasihi dan dikasihi Tuhan.

Sering bagi kita mudah mengenang peristiwa masa lalu, terutama kalau kenangan itu sangat membahagiakan, sangat berarti baik bagi diri sendiri ataupun yang melibatkan diri. Namun tak jarang juga kenangan yang menyakitkan selalu yang kita kenangkan.

Dalam bacaan hari ini mengajak kita mendalami cerita masa lalu ini. Ketika dibawa kepada Yesus seorang wanita yang ketahuan berzinah. Namun yang aneh adalah kenapa ia dibawa sendiri, mana teman/pasangannya? Yang aneh lagi begitu banyak orang farisi dan ahli taurat yang datang menemani untuk bersama sama menuju kepada Yesus. Dan menurut mereka, sesuai dengan hukum Musa, maka wanita itu harus dihukum dengan dilempari batu sampai mati. Dihadapkan pada tuntutan banyak orang, Yesus hanya menulis ditanah. Karena terus menerus didesak, oleh mereka yang melek hukum, maka Yesus menerapkan pemahaman hukum yang baru, "barang siapa tidak berdosa, hendaklah ia melempar batu yang pertama". Maka satu persatu mereka pergi meninggalkan wanita seorang diri hanya berdua bersama Yesus. Kata Yesus "AKUpun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi".

Saudari-saudara sekalian Yesus menyampaikan kepada kita agar tidak menuntut dan menjadi hakim bagi sesama, namun justru memicu kita untuk menjadikan Allah sebagai hakim yang adil. Allah mengundang kita untuk melupakan masa lalu kita yang jelek kembali kepada Tuhan dengan hati yang baru. Masa Prapaskah ini adalah kesempatan untuk kembali merasakan kasih Allah yang mungkin telah kita hilangkan karena dosa dan kesalahan. Kesempatan untuk merasakan kebahagiaan karena diampuni dan bukan dihukum. Semoga.