Lapar Akan Sabda

Saudari-saudara yang terkasih, memasuki minggu ke 2 ini kita mendengar ajakan lebih terinci lagi, yaitu untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan, menimbun lembah dan meratakan gunung. Mengapa hal ini disampaikan? Agar perjalanan kita dan perjalanan Allah untuk hadir dalam hidup kita menjadi nyaman dan kehadiranNYA menjadi jelas dan nyata.

Saudari-saudara yang terkasih, rasanya tidak nyaman kalau kita naik bus di jalan yang tidak rata dan bergelombang. Dan bagi pejalan kaki naik gunung yang sangat tinggi dan menuruni lembah yang sangat terjal sangatlah tidak nyaman dan menjadi cepat lelah.

Apa sih yang dimaksudkan dengan lembah dan gunung? Berapa banyak diantaramu yang memasuki masa Adven ini dengan kekecewaan, sakit hati serta kesedihan? Seberapa dalamnya sakit hatimu ketika tahu suami atau istrimu atau anak-anakmu tidak setia? Betapa sedihnya hatimu karena kehilangan orang yang sangat kita kasihi? Atau betapa terpuruknya hidupmu akibat dari kesalahanmu?

Saudari-saudara betapa tinggikah kesombongan ataupun kecongkakan hati kita karena merasa berhasil, dan ada masalah dalam keluarga? Mari saatnya kita turunkan ketinggian gunung kita dan kedalaman lembah-lembah kita sehingga Allah dengan nyaman memasuki hati kita. Dan Tuhan mengabulkan doa St. Paulus agar kasih sayang dan kepedulian kita buat sesama, diri dan keluarga semakin bertumbuh dan berkembang. Semoga lilin cinta yang bernyala di Minggu Adven ke 2 ini menyinari langkah kita.