Peringatan Wafatnya St. Yohanes Pembaptis

Tanggal 29 Agustus diperiganti sebagai wafatnya Santo Yohanes Pembaptis yang merupakan sepupu dari Yesus sendiri. Ia s endiri dikenal melalui penampilan ‘nyentrik’ dan gaya khotbahnya yang penuh kuasa. Dengan memakai jubbah dari bulu unta yang dipasangkan dengan ikat pinggang kulit, ia menyiarkan kepada orang-orang untuk bertobat dan dipermandikan atau dibaptis. Katanya dalam Matius 3:1-6, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”

Dari caranya berkhotbah, Yohanes menegaskan tentang pentingnya pertobatan seakan-akan hari kiamat yang akan segera tiba. Alasannya adalah karena Ia sadar bahwa dirinya merupakan utusan Allah untuk menjadi saksi atas terang sejati yang sedang datang ke dunia seperti pada Yohanes 1:1-9.

Kemartiran Yohanes berkaitan erat dengan tegurannya yang tegas kepada Raja Herodes karena telah memperisteri Herodias secara tidak sah. Herodes pun marah dan mencampakkan Yohanes ke dalam bui. Herodes pun tak henti-hentinya berambisi dan berusaha mencari kesempatan untuk membunuh Yohanes.

Kesempatan emas itu akhirnya tiba juga. Pada hari ulang tahunnya, Herodes mengadakan jamuan makan untuk para petinggi kerajaan di seluruh Galilea. Kesempatan itu dimanfaatkan Herodias untuk melaksanakan niat jahatnya atas diri Yohanes. Ia menyuruh puterinya menari di hadapan para tamu. Tariannya sungguh menawan hati para tamu yang sudah mulai mabuk itu. Herodes tampak bangga dan gembira. Terdorong oleh kebanggaannya itu, Herodes berkata kepada gadis itu, “Mintalah kepadaku apa saja seturut kehendakmu. Aku akan memberikannya kepadamu.”Herodes bahkan bersumpah di hadapan para tamu, “Apa saja yang kau minta, akan kuberikan, sekalipun separuh dari kerajaanku.”Gadis itu tidak tahu apa yang harus dimintanya. Karena itu ia berlari kepada ibunya, Herodias, untuk meminta pendapatnya. Tanpa banyak berpikir, Herodias berkata, “Kepala Yohanes Pembaptis.”

Gadis itu segera menghadap Herodes dan berkata, “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di dalam sebuah talam.”Herodes sedih tetapi karena sumpahnya dan karena malu kepada tamu-tamunya, ia segera memerintahkan pengawal-pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes pada hari itu juga. Injil Matius 14 mengatakan bahwa kepala Yohanes itu diletakkan di dalam sebuah talam dan diberikan kepada puteri Herodias itu.Karena kesetiaannya kepada Allah dan panggilannya sebagai nabi pendahulu Yesus, Yohanes mati di bawah kuasa kelaliman Herodes. Ia mati dibunuh pada tahun 31.

Sumbangan artikel oleh Sdr. Benedicta Miranti