Minggu Sukacita Pemenuhan Janji Tuhan

Sahabat Dombaku yang terkasih, kalau teman-teman perhatikan pada hari Minggu lalu, mInggu, 31 Maret, imam mengenakan busana liturgi berwarna merah muda saat merayakan Misa. Kira-kira mengapa imam mengenakan kasula berwarna merah muda? Minggu lalu adalah Minggu Prapaskah yang keempat. Setiap Minggu Keempat Masa Prapaskah, Gereja Katolik merayakan Laetare Sunday.

Laetare Sunday secara harafiah berarti Minggu yang penuh suka cita. Laetare yang berarti bersuka cita sebenarnya diambil dari antifon pembuka pada liturgi hari itu (Yesaya 66:10), “Bersuka citalah bersama Yerusalem dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah Bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya”.

Yesaya 66 dibuka dengan kekesalan dan kemarahan Tuhan terhadap orang-orang munafik yang memberi persembahan pada Tuhan namun melakukan tindakan yang keji bagi Tuhan pada saat yang sama. Yesaya 66 lalu menceritakan keberpihakan Tuhan pada orang-orang yang sungguh menghidupi perintah-Nya dan penghakiman pada orang-orang yang jahat. Yerusalem menjadi latar utama tatkala Tuhan memberikan konsolasi bagi umat-Nya. Yerusalem akan menjadi pusat pemenuhan janji Tuhan dan janji itu digenapkan pada sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus di Yerusalem. 

Bagi iblis dan pengikutnya, salib Yesus adalah penghakiman namun bagi kita umat Katolik, salib adalah kemenangan. Melalui pengorbanan-Nya Yesus berkehendak agar kita memiliki hidup yang merdeka dari dosa. Di Yerusalam yang baru (Gereja Katolik), umat Allah ini dirawat seperti anak dirawat ibunya.

Sahabat Dombaku yang terkasih, kita patut bersuka cita akan Pekan Suci yang segera menyongsong. Kita yang telah mempersiapkan diri dengan puasa, doa dan kasih akan merenungkan betapa besar kasih Allah pada kita. Setelah Laetare Sunday, kita akan memasuki Minggu Sengsara (2 minggu terakhir masa Prapaskah) yang ditandai dengan ditutupnya patung dan ikon dengan kain ungu. Hanya satu yang tidak ditutup yaitu perhentian Jalan Salib. Dalam masa ini kita diajak untuk semakin merenungkan saat-saat terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya dan jalan salib-Nya. Sahabat Dombaku yang terkasih, marilah kita semakin mempersiapkan hati kita untuk menyambut Pekan Suci, pekan di mana kita mengingat kembali penggenapan janji Tuhan.

Artikel sumbangan dari Sdr. Arliando Setiadi