St. Yusuf - Teladan Kristiani Terbesar & Murid Sejati

Saudara saudari terkasih, saat kita menjalani masa Prapaskah, kita dianugerahi Pesta St Yusuf pada tanggal 19 Maret. Di dalam kalender liturgi, Pesta St Yusuf dikategorikan sebagai Solemnitas (Hari Raya). Kidung Gloria akan dinyanyikan dan 3 bacaan akan dibacakan pada Misa Hari Raya St Yusuf. Mengapa Gereja memberi penghormatan yang sangat besar pada St Yusuf?

Pertama-tama marilah mengenal St Yusuf, Penginjil Matius dan Lukas dalam injilnya menerangkan pada kita bahwa St Yusuf adalah seorang berdarah biru. Ia berasal dari keturunan Daud. Melalui silsilah keturunan ini kedua Penginjil ini ingin menunjukkan pada para pembaca tentang pemenuhan janji Allah pada Raja Daud bahwa Ia akan mengokohkan tahta Daud selama-lamanya dan keturunannya akan membangun rumah bagi Allah (2 Sam 7:1-16). Walaupun kisah hidup St Yusuf tidak banyak dijabarkan dalam injil, namun Penginjil Matius dengan tegas menyatakan bahwa St Yusuf adalah seorang tulus hati dan selalu mentaati hukum agama (Mat 1:19). Ia adalah orang yang penuh dengan kebajikan!

Dalam suatu homilinya, St Josemaria menyatakan “kekurang setujuannya” dengan foto tradisional St Yusuf yang menggambarkan Ia sebagai pria yang sudah tua. St Josemaria memandang bahwa St Yusuf adalah seorang pria muda yang energetik dan penuh dengan kebajikan. Bagi St Josemaria, St Yusuf adalah contoh bagi kaum muda bahwa kita tidak perlu menunggu sampai sepuh untuk menjadi orang yang penuh kebajikan dan kemurnian. Kehidupan St Yusuf di Nazareth yang tersembunyi juga mengingatkan kita bahwa kita tidak “perlu” menjadi pastor, uskup atau pertapa untuk menjadi Santo atau Santa. St Yusuf adalah seorang ayah atau kepala keluarga yang berkerja sebagai tukang kayu. Ia mencurahkan cinta yang besar dalam menjalankan aktivitas kesehariannya dan mempersembahkannya pada Allah.

Teladan terbesar St Yusuf bagi orang Kristen adalah kasih dan pengorbanannya bagi Yesus dan Maria. Tatkala Herodes memburu bayi Yesus, Ia dengan cepat melarikan keluarga kudus Nazareth ke Mesir sesuai dengan perintah malaikat. Karena kasihnya yang sangat besar pada Yesus dan Maria, Ia taat. St Yusuf bahkan tidak pernah menanyakan rencana Allah melalui Yesus bahwa Ia akan menyelamatkan umat Allah. Jikalau saya di posisi St Yusuf, saya pasti sudah kesal pada Allah. Bagaimana Ia mau menyelamatkan umat-Nya bila Ia tidak bisa melindungi diri-Nya sendiri? Tetapi tidak satu pun keluh kesah keluar dari mulutnya.

Karena cintanya yang begitu besar pada Yesus dan Maria, Ia dianugerahi kematian yang indah. Ia meninggal di pangkuan Yesus dan Maria. Betapa indahnya bisa meninggal di pangkuan Yesus dan Maria!

Saudara saudari yang terkasih marilah kita mencintai St Yusuf, seorang dermawan terbesar bagi Kekristenan. Marilah kita mempercayakan diri kita pada bimbingan dan perlindungannya. Seperti arti nama Yusuf, Tuhan menambahkan, semoga Tuhan menambahkan rahmat-Nya pada hidup saudara saudari terutama pada masa prapaskah ini. Tuhan memberkati.

Artikel sumbangan dari Sdr. Arliando Setiadi