Pesta Tahta Santo Petrus - 22 Februari

Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa setiap tanggal 22 Februari, Gereja Katolik merayakan “Pesta Tahta Santo Petrus”. Merayakan pesta sebuah tahta atau kekuasaan pasti terasa janggal bagi kita saat pertama kali mendengarnya, namun yang dimaksud sebenarnya adalah wewenang yang dipercayakan Yesus Kristus kepada Santo Petrus, dimana keduanya merupakan suatu kekuatan pemersatu bagi segenap Gereja. Maka dari itu, maksud sesungguhnya dari perayaan Tahta suci Santo Petrus ialah untuk menghormati Petrus sebagai wakil Kristus dan gembala tertinggi gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota gereja dan semua gereja setempat.

Kuasa Petrus ini yang biasa disebut Primat Petrus, diberikan langsung oleh Yesus sebelum kenaikan Nya ke surga (Yoh 21:15-19). Primat dan wewenang ini dilambangkan dengan kursi St.Petrus yang ditempatkan dekat dinding di belakang altar utama Basilika St. Petrus. Walaupun begitu, yang lebih penting daripada simbolik kursi itu adalah apa yang ‘dilambangkan’ oleh kursi tersebut, yakni ‘Tahta Suci’.

Apabila Tuhan Yesus sudah secara resmi menyerahkan mandate dan kepercayaan ataupun kuasa kepada St. Petrus dan para penerusnya yaitu Paus, maka dari itu bukankah sudah seharusnya kita sebagai pengikut ajaran-Nya, juga turut mentaati ajaran para Paus, Uskup dan Imam yang membantu-Nya untuk memimpin Gereja?

Saudara-saudari yang terkasih, ada baiknya bahwa kita sebagai umat Katolik untuk mensyukuri rahmat kesatuan di bawah pimpinan St. Petrus dan para penerusnya yang telah menjaga keutuhan dan kesatuan Gereja Katolik yang tak henti diterpa berbagai cobaan dan ujian. Namun ada satu hal yang kita harus percaya dan yakin, bahwa Kristus tidak akan membiarkan Gereja-Nya punah dimusnahkan oleh maut.

Artikel oleh Sdri. Benedicta Miranti