Bertolak Ke Tempat Yang Dalam

Sahabat Dombaku yang terkasih, tatkala saya membaca perikop Lukas 5:1-11, saya teringat akan pelajaran Religiositas di SMA. Saat itu guru saya bertanya “Siapakah pemilik perahu kedua di tepi Danau Genesaret?” (catatan: perahu pertama adalah milik Simon, ayat 3). Saat itu semua murid berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut namun tak ada yang mampu menjawab. Akhirnya guru saya pun mejawab dan menjelaskan bahwa pemilik kapal kedua adalah sang pembaca perikop. Beliau menjelaskan bahwa salah satu ciri dari injil Lukas adalah ajakan sang penginjil bagi pembaca untuk masuk dalam adegan yang sedang digambarkan. Dengan demikian ajakan tersebut tidak hanya berhenti pada Simon Petrus dan kawan-kawannya melainkan juga berlaku bagi kita. Melalui ajakan ini, Yesus mengajak kita untuk mengenal Dia dan diri kita dengan lebih dalam melalui doa, renungan, dll. Tidak hanya berhenti pada dimensi personal, bertolak ke tempat yang dalam juga berlaku pada komunitas kita untuk berani mengambil atau melakukan hal-hal atau misi yang baru atau menantang.

Mungkin keadaan kita mirip dengan Simon Petrus dan kawan-kawan yang telah berjuang tanpa hasil. Dalam kehidupan permuridan, kita seringkali menemui tantangan dan kegagalan. Namun marilah kita belajar dari para rasul yang tidak membiarkan diri mereka dibebani oleh kegagalan atau pengalaman kurang baik di masa lampau. Mereka membiarkan diri mereka dibimbing oleh Yesus. Saat kita membiarkan diri dibimbing oleh Yesus, kita akan menyaksikan betapa baiknya dan agungnya karya Tuhan bagi hidup kita. Janganlah takut, teruslah berharap pada Tuhan dan memberi yang terbaik. Berkah dalem.

Artikel sumbangan dari Sdr. Arliando Setiadi