Riwayat Singkat St. Fransiskus Xaverius

Tanggal 3 Desember yang baru saja lewat merupakan Pesta Peringatan Santo Fransiskus Xaverius. Beliau adalah seorang kudus terkenal di Asia, terutama di Asia Selatan karena telah mengkristenkan lebih banyak orang dibanding siapapun semenjak jaman Rasul Petrus dan Rasul Paulus.

Fransiskus terlahir sebagai putera bangsawan Basque di Navarro dengan nama Francisco de Jaso y Azpilcueta di Kastil Xavier pada tanggal 7 April 1506. Pada usia 19 tahun, pemuda bangsawan yang cerdas ini masuk Universitas Paris, di mana dia lulus dengan licence dès arts pada tahun 1530. Dia kemudian melanjutkan studi dalam bidang teologi di kota itu, dan berkenalan dengan St.Petrus Faber dan St. Ignatius de Loyola yang pada waktu itu sedang berusaha membentuk sebuah Serikat Religius. Melihat kecerdasan dan semangat Fransiskus; Ignatius berusaha mengajaknya untuk bergabung dengan Serikat Yesus yang hendak didirikannya.

Pada mulanya Fransiskus menolak. Pemuda yang suka bersenang-senang ini tidak pernah memikirkan tawaran tersebut. Kemudian, St. Ignatius mengulangi kata-kata Yesus dalam Kitab Suci kepadanya: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya..?” Akhirnya, Fransiskus memahami dengan jelas bahwa panggilan hidupnya bukanlah untuk dunia ini melainkan untuk membaktikan dirinya kepada Tuhan. Akhirnya, ia berkarya dengan begitu gemilang disemua wilayah perutusannya. Mulai dari Goa, India, Srilanka, Indonesia, Jepang serta pulau-pulau lain di timur. St. Fransiskus mempertobatkan begitu banyak orang hingga Gereja menganggap bahwa belum pernah ada seorangpun yang menobatkan begitu banyak orang seperti Santo Fransiskus Xaverius sejak jaman Rasul Petrus dan Paulus.

Jejak karya kerasulannya dapat ditelusuri mulai dari pesisir Timur India Selatan, sampai ke Utara di tanjung Comorin. Ia berkarya di Srilanka lalu melanjutkan perjalanan misinya ke Hindia Portugis (indonesia). Pada tanggal 1 Januari 1546 Fransiskus Xaverius tiba di Ambon. Ia tinggal di pulau itu hingga pertengahan bulan Juni dan dalam masa yang singkat itu ia telah membabtis ribuan orang Ambon menjadi Kristen. Setelah itu ia mengunjungi pulau-pulau lainnya di Maluku, termasuk Ternate dan Moro. Misi di Ambon ini menjadi salah satu awal sejarah Gereja Katolik di Indonesia.

Ia mendambakan untuk dapat pergi ke Cina, ke daerah di mana tak seorang asing pun diijinkan masuk. Namun sebelum sempat berkarya didaratan besar Cina, Missionaris Besar ini jatuh sakit pada tanggal 21 November 1552. Ia meninggal dunia di pulau itu pada tanggal 2 Desember 1552, pada umur 46 tahun. Fransiskus Xaverius dinyatakan kudus oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622.

Sumber : katakombe.org