Minggu Gaudete - Minggu Sukacita

Hari ini kita telah memasuki Minggu Kedua Adven. Minggu depan kita telah memasuki Minggu Ketiga yang kadang disebut sebagai Minggu Gaudete atau Minggu Sukacita. Sudah makin siapkah kita untuk menyambut kedatangan Tuhan? Tapi mengapa ‘kok masa Adven ada masa sukacitanya segala? Nah maka dari itu simaklah artikel dibawah ini …

Minggu ketiga Adven dikenal sebagai Minggu Gaudete, yang artinya: Bersukacitalah! Warna ‘pink’ ceria yang menjadi warna liturgi pada hari ini maksudnya adalah untuk merayakan pertengahan masa Adven. Bagaikan orang yang sedang mengikuti lomba lari dan bersukacita ketika telah mencapai pertengahan jarak lomba, demikian pula kita bersuka cita karena telah mencapai pertengahan masa penantian kita akan peringatan hari kelahiran Kristus. Garis finish memang belum tercapai, dan kita masih perlu berlari untuk mencapainya, namun kita sudah semakin dekat dengan tujuan itu. Jarak yang semakin dekat seharusnya semakin menyemangati untuk mempersiapkan diri, agar kita tidak lemah lesu, goyah dan tawar hati, sebab Tuhan sendiri akan datang untuk menyelamatkan kita.

Ada beberapa pesan yang ingin disampaikan dalam penantian kita. Pertama, ada orang kudus yang mengatakan bahwa Masa Adven itu seperti “membuka pintu”, karena selama Masa Adven kita diajak untuk merenung apakah kita bersedia membiarkan Tuhan masuk dan terlibat dalam hidup kita. Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya, Ia juga tidak menuntut, yang Ia lakukan adalah dengan sabar menanti, apakah kita membuka pintu hati dan membiarkan-Nya masuk.

Kedua, sering kita menghadapi kedatangan atau tibanya seseorang dengan perasaan yang tidak menentu: senang, tegang, tak pantas, malah cemas; alasannya sederhana karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi terhadap kedatangan Kristus, kita tidak boleh takut atau cemas karena Dia membawa damai dan sukacita, dan Dia menjamin bahwa yang menerima Dia akan hidup dalam sukacita sejati.

Natal sudah semakin dekat, kita semua diajak untuk bersukacita menyambut kelahiran Sang Putra Allah. Kedatangan Juru Selamat ke dunia adalah bukti tanda kasih Allah kepada seluruh umat manusia untuk memulihkan relasi yang rusak akibat dosa.

Mari tanggapi kasih Allah dengan terus menerus memperbaharui hidup kita melalui pertobatan. Tidak hanya berbalik arah untuk menjauhi semua hal yang tidak berkenan di hatiNya, namun hendaknya wujudkan pertobatan dengan berbagi kasih secara tulus kepada orang-orang yang berbeban berat dan membutuhkan pertolongan, sehingga mereka pun turut bersukacita mengalami kasih Allah lewat uluran tangan kita. Dengan demikian pertobatan tidak hanya mengubah diri kita menjadi manusia baru, tapi juga membawa dampak positif bagi sesama.

Artikel oleh Sdri. Benedicta Miranti