Adven: Rindukah Kita Akan Kedatangan-Nya Kembali?

Sahabat Dombaku yang terkasih, Minggu ini 25 November kita merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam yang menandai berakhirnya kalender liturgi. Minggu depan, kita akan memasuki masa Adven yang menandai dimulainya kalender liturgi yang baru. Masa Adven adalah saat yang tepat bagi kita untuk merenungkan sejarah keselamatan kita yang Tuhan persiapkan dengan begitu detailnya.

Adven yang diambil dari kata Adventus dalam bahasa latin memiliki arti harafiah “kedatangan”. Bangsa Israel telah dipersiapkan Allah selama berabad-abad untuk menerima kedatangan Sang Mesias. Sampai pada SAAT yang Allah telah tentukan, seorang perawan mengandung Sabda yang menjadi daging. Allah berjanji pada bangsa Israel untuk mengirimkan seorang penyelemat yang akan membebaskan mereka dari perbudakan. Dengan masa Adven ini, kita diajak untuk menyatukan kerinduan kita akan keselamatan yang Tuhan janjikan dengan kerinduan Simeon dan Anna.

Berikutnya, Adventus juga memiliki makna penampakan. Kata adventus sering digunakan dalam konteks militer terutama dalam penyambutan militer. Dalam sejarah Romawi, Adventus sering digunakan untuk menggambarkan arak-arakan raja (yang telah memenangkan peperangan) masuk ke ibu kota. Maka tidaklah mengherankan jikalau Gereja Katolik menetapkan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam tepat sebelum masa Adven.

Gereja Katolik, umat Tuhan, kini sedang menantikan kedatangan kembali Yesus untuk menggenapi keselamatan kita. Dalam masa penantian ini, Gereja Katolik mengalami rintangan, kesulitan bahkan persekusi. Namun di tengah kesulitan ini, hendaknya kita kehilangan harapan karena Yesus sudah berjanji bahwa kuasa maut tidak akan mengalahkan Gereja-Nya. Menunggu tentunya bukanlah hal yang menyenangkan, apalagi kita sedang menunggu sesuatu yang kita tidak tahu kapan akan terjadi. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan Yesus akan datang kembali. Tatkala menunggu, marilah kita mencontoh apa yang dilakukan oleh 5 gadis bijaksana dalam injil Matius yang tekun berjaga-jaga dan menjaga nyala lentera mereka. Apakah sahabat Dombaku merindukan kedatangan-Nya dan siap berjaga-jaga?

Renungan oleh Arliando Setiadi