Sejarah Dan Asal Usul Hari Raya Kristus Raja

Tidak tahu maka tidak sayang … begitulah kata pepatah yang sering kita dengar. Hari ini kita merayakan Hari Raya Kristus Raja dalam minggu terakhir tahun liturgi. Namun banyak hal yang tidak kita ketahui dari hari raya ini sehingga kita sering tidak peduli akan peringatan ini … mari kita baca & simak sejarah hari raya tersebut dibawah ini:

HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS, RAJA SEMESTA ALAM biasanya disebut sebagai Pesta Kristus Raja, adalah tambahan yang relatif baru dalam kalender liturgi Barat, yang baru diinstitusikan pada tahun 1925 oleh Paus Pius XI untuk Gereja Katolik Roma. Seturut adat Katolik Roma, pada tahun 1970, perayaan ini dipindahkan ke Minggu terakhir Waktu Biasa. Oleh karena itu, tanggal paling awal yang dapat terjadi adalah 20 November dan yang terakhir adalah 26 November. Umat Katolik tradisional memperingatinya pada tanggal aslinya yaitu hari Minggu terakhir di bulan Oktober. Gereja Anglikan, Lutheran, dan banyak gereja Protestan lainnya mengadopsinya bersama dengan Revised Common Lectionary, kadang-kadang menyebutnya sebagai Minggu Kristus Raja. Hal ini juga diamati pada tanggal yang sama dihitung sebagai hari Minggu terakhir tahun gerejawi, hari Minggu sebelum Minggu Pertama Adven, oleh paroki-paroki ritus Barat Gereja Ortodoks Rusia yang berada di luar Rusia. Umat Katolik Roma yang menganut Bentuk Luar Biasa dari Ritus Roma sebagaimana diizinkan di bawah motu proprio Summorum Pontificum menggunakan Kalender Romawi Umum 1960, dan dengan demikian terus mengamati Hari Raya pada tanggal asli dari hari Minggu terakhir bulan Oktober.

Paus Pius XI melembagakan Hari Raya Kristus Raja dalam surat ensikliknya Quas Primas di tahun 1925, sebagai tanggapan terhadap pertumbuhan sekularisme dan dalam konteks Pertanyaan Romawi yang belum terselesaikan. Menurut Sirillus dari Aleksandria, "Kristus berkuasa atas semua makhluk, ... oleh esensi dan oleh alam." Kerajaannya didirikan atas persatuan hipostatik. "... dia sebagai wujud Firman Tuhan, sebagai konsubstansial dengan Bapa, memiliki semua hal yang sama dengan dia, dan karena itu memiliki dominasi mutlak dan supremasi atas semua hal.”

Pesta itu memiliki dimensi eskatologis yang menunjuk ke akhir zaman ketika kerajaan Yesus akan diteguhkan dalam kepenuhannya sampai ke ujung bumi. Ini juga mengarah ke Adven, ketika Gereja memperingati kedatangan raja yang baru lahir. (lihat renungan di halaman 4)

Nama lengkap Hari Raya ini adalah "Domini Nostri Jesu Christi Regis" (Tuhan kita Yesus Kristus Raja), dan tanggal ditetapkan sebagai "hari Minggu terakhir bulan Oktober - hari Minggu, yaitu, yang segera mendahului Hari Raya Semua Orang Kudus ". [5] Dalam revisi Kalender Paus Yohanes XXIII pada tahun 1960, tanggal dan judul tidak berubah tetapi, menurut penyederhanaan peringkat pesta, itu diklasifikasikan sebagai pesta kelas pertama (hari raya atau solemnitas)

Dalam motu proprio-nya Mysterii Paschalis tahun 1969, Beato Paus Paulus VI mengamandemen gelar solemnitas ini menjadi "D. N. Iesu Christi universorum Regis" (Tuhan kita Yesus Kristus Raja Alam Semesta). Dia juga memindahkannya ke tanggal baru pada hari Minggu terakhir tahun liturgi, sebelum dimulainya tahun liturgi baru pada Hari Minggu Pertama Adven (tanggal paling awal yaitu 27 November). Melalui pilihan tanggal ini "kepentingan eskatologis dari hari Minggu ini semakin jelas". Paus Paulus VI mengangkat pesta ini ke jenjang yang plaing tinggi yaitu solemnitas.

Dalam format Misa Ekstraordinaria – seperti yang terjadi dengan semua hari Minggu yang liturginya digantikan oleh perayaan-perayaan penting, doa-doa dari hari Minggu di mana perayaan pesta Kristus Raja terjadi akan digunakan pada hari-hari biasa di minggu-minggu berikutnya. Liturgi hari Minggu tidak sepenuhnya dihilangkan. Di tahun ini, hari raya jatuh pada 25 November (atau 28 Oktober bagi mereka yang menggunakan kalender tradisional ekstraoridnaria). Pakaian liturgis untuk hari itu diwarnai putih atau emas, sesuai dengan perayaan sukacita lainnya untuk menghormati Kristus.

Dari wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Feast_of_Christ_the_King dan beberapa sumber lain