Rosario: Senjata Andalan Umat Katolik

Saudara-saudari yang terkasih, pernahkah anda membaca cerita atau menonton pertunjukan  wayang? Di dalam cerita pewayangan kita dapat menemui lakon-lakon. Entah baik atau buruk, lakon-lakon itu memiliki senjata yang membuatnya spesial. Sebagai contoh tokoh Arjuna atau Janaka memiliki panah Pasopati. Panah Pasopati adalah senjata yang sangat ampuh, setiap lawan yang terkena panah Pasopati akan menemui ajalnya. Jikalau ada wayang katolik, kita akan menemui lakon atau tokoh bernama Santo Dominikus. Santo Dominikus memiliki senjata yang sangat spesial karena senjata itu adalah pemberian dari Bunda Maria sendiri yaitu Rosario. Senjata itu diberikan kepada St. Dominikus untuk memerangi bidah Albigenses yang menyerang gereja pada Abad Pertengahan. Bidah Albigenses mengajarkan bahwa ada 2 tuhan: tuhan yang baik dan tuhan yang jahat, hal-hal material adalah jahat sehingga tubuh kita (hal spiritual yang baik) terperangkap dalam tubuh yang jahat. Selanjutnya mereka mengajarkan bahwa orang-orang yang kurang mulia hidupnya tidak mendapat keselamatan dan akan bereinkarnasi menjadi hewan atau manusia lain.

Tatkala usahanya kurang membuahkan hasil, Bunda Maria menampakkan dirinya pada St. Dominikus. Bunda Maria sangat memahami bahwa perjuangan St. Dominikus tidak mudah, maka dari itu Ia memberi St. Dominikus suatu senjata yang ampuh untuk mengalahkan bidah Albigenses. Dengan rosario, St. Dominikus berhasil mengalahkan bidah Albigenses. Di abad ke-21 ini, gereja juga mendapat serangan dari luar maupun dalam. Seperti halnya St. Dominikus, perjuangan kita tidaklah mudah. Kita perlu mengandalkan rosario. Rosario sungguh senjata yang sangat ampuh untuk mengalahkan kuasa iblis, dosa dan bidah. Bunda Maria berjanji pada St. Dominikus bahwa siapapun yang mendaraskan rosario akan mendapatkan perlindungan khusus dan rahmat yang tak terbatas dari Bunda Maria. Saudara-saudari yang terkasih, sudahkah kita menggunakan senjata yang diberikan Bunda Maria sendiri dengan maksimal? Atau malah kita meremehkannya? Mari kita perbanyak doa rosario di komunitas kita.

Ditulis Oleh: Arliando Setiadi