Dipanggil Untuk Melayani Tuhan Dan Kemanusiaan

“Motivasi dan ambisi dapat membantu kita. Namun dalam bacaan kedua dan Injil hari ini diperlihatkan kepada kita bahwa ambisi dan motivasi dapat mengganggu kita. Kita harus mengubah ambisi itu menjadi panggilan yaitu terpanggil untuk melayani Tuhan dan kemanusiaan,” demikian homili Uskup Agung William Goh dalam Misa Kaum Migran tahun ini yang dirayakan di Gereja Transfiguration di Punggol. Sebelum Misa yang dikoordinasi oleh Archdiocesan Commission of Migrant and Itinerant People (ACMI) di Keuskupan Agung Singapura ini, Pastor Paroki Gereja Transfiguration P. Joachim Chang mengucapkan selamat datang kepada para perwakilan komunitas migran yang ada di Singapura melalui persembahan unik yang beliau terima dari seluruh komunitas negara-negara yang terwakili .

Dari komunitas KKIS sendiri persembahan khas Indonesia tersebut dibentuk dengan gaya Bali dan dibawakan juga oleh teman-teman migran yang berpakaian adat khas Bali.

Selain persembahan buah-buahan bergaya khas Bali itu, komunitas migran KKIS juga mengajak para peserta dan komunitas-komunitas migran yang hadir pada saat itu untuk ikut menari tarian Tobelo yaitu sebuah tarian dari Halmahera, Maluku. Pesan dasar dari tarian itu adalah untuk mengajak masyarakat menjunjung tinggi rasa persahabatan, cinta tanah air serta hidup sehat dan berbahagia.

Banyak dari para perwakilan komunitas yang hadir pada saat itu bersukacita untuk ikut terlibat dalam acara Misa Migran ini karena kehangatan dari sambutan selamat datang yang diberikan oleh komunitas lokal Singapura kepada mereka. Salah satu perwakilan dari komunitas SriLanka mengatakan hal tersebut walaupun ia sendiri sudah 8 kali hadir dalam acara ini. Selain itu mereka juga merasa diingatkan bahwa dengan keanekaragaman budaya dan komunitas yang berbeda, sebagai umat Katolik lokal mereka diperkaya dengan kehadiran dan keterlibatan begitu banyak suku bangsa yang membaur menjadi satu dalam negara Singapura kecil ini yang sering dijuluki sebagai “the red dot” atau sebuah titik merah di negara-negara Asia Tenggara.

Dikutip dari Catholic News dan ditambahkan dari inofrmasi yang dibeirkan oleh Bidang II KKIS