Umat Katolik Yang Hidup Berbangsa & Bernegara

Saudara-saudari yang terkasih, pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana seharusnya umat katolik harus hidup berbangsa dan bernegara. Gereja Katolik melalui Katekismus Gereja Katolik (KGK 2234-2243) telah memberi panduan pada kita. Pertama-tama, Gereja Katolik memahami perintah ke-4 (Hormatilah Ayah dan Ibumu) mencangkup menghormati pemerintah atau otoritas negara karena pemerintah mendapat mandatnya dari Tuhan. Tujuan utama dari mandat ini adalah untuk melayani masyarakat demi tercapainya kebaikan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam menjalankan kekuasaan dan tugasnya, pemerintah wajib menjaga martabat setiap warga negara yang dilayaninya, nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Related imageDi sisi lain, setiap warga negara wajib bekerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkan kebaikan, kesejahteraan dan perdamaian masyarakat. Kerja sama ini dapat diwujudkan dengan partisipasi untuk mengawal jalannya pemerintahan. Setiap warga negara perlu memantau apakah mandat yang diberikan oleh Tuhan pada pemerintah telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Maka sudah sebaiknya, kritik dan masukan yang diberikan harus membangun dan netral. Dalam hidup berbangsa dan bernegara, Gereja Katolik mengajarkan ada 3 kewajiban dasar warga negara yaitu membayar pajak, melakukan hak memilih dalam pemilihan kepala daerah atau negara dan mempertahankan negara. Tiga kewajiban dasar ini tampaknya sederhana namun akibat yang ditimbulkan sangat besar. Pajak yang telah kita bayar dapat digunakan untuk membangun dan merawat infrastruktur. Suara kita dalam pemilu atau pilkada memungkinkan orang yang baik dan kompeten untuk memimpin. Maka dari itu, politik uang adalah suatu penghinaan pada martabat kemanusiaan.

Setiap warga negara yang didorong oleh hati nuraninya wajib untuk menolak keputusan atau tindakan pemerintah yang melanggar moral, hak asasi manusia dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Injil. Tidak ada pemerintah atau masyarakat yang sempurna di dunia ini, namun hal itu hendaknya tidak menjadikan kita apatis pada apa yang terjadi di negara kita. Marilah kita berpartisipasi sesuai bimbingan Gereja Katolik.

Ditulis Oleh: Arliando Setiadi