73 Tahun Indonesia Merdeka: Tantangan & Kesempatan Menjadi Garam Dunia

Image result for kemerdekaan indonesia katolik

Merdeka! Dirgahayu Republik Indonesia. Saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat kembali pembukaan UUD 1945. Di sana ditegaskan bahwa kemerdekaan yang kita raih adalah dengan berkat rahmat Tuhan yang Maha Kuasa. Kita diingatkan untuk tidak bermegah karena usaha kita. Sebagai bangsa yang besar, sudah sepatutnya kita bersyukur akan anugerah Tuhan yang amat berharga ini. Rasa syukur itu dapat kita wujudkan dalam membangun masyarakat. Kita perlu membangun jiwa dan badan masyarakat di sekitar kita. Sekarang ini masyarakat kita dihadapkan pada gaya hidup materialisme dan hedonisme. Banyak dimensi dalam hidup kita yang telah dikomersialkan. Maka umat katolik berkewajiban untuk memprioritaskan pendidikan spiritual mulai dari unit terkecil masyarakat yaitu keluarga.

Image result for salt of the earthTantangan lain yang dihadapi oleh masyarakat kita adalah intoleransi and ekslusivisme. Namun kondisi ini hendaknya tidak membuat umat katolik minder atau takut dalam menjalin dialog dengan teman-teman yang berbeda. Melalui dialog dan kerja sama di tengah masyarakat, umat katolik dapat  menjadi garam dan terang dunia. Jumlah kita yang sedikit janganlah membuat kita kecil hati. Dalam sebuah diskusi, almarhum Romo Mangun pernah berkata “Jikalau bapak ibu sekalian makan bakso, garamnya kan cuman sedikit kan? Garam yang sedikit itu mampu memberi rasa pada kuah bakso itu”. Kita mampu menjadi garam dan terang dunia jikalau kita mencontoh hidup Yesus dalam hidup keseharian kita. Seperti Yesus, apapun yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. Masyarakat Indonesia akan semakin baik jika masing-masing individu mau berubah dan itu dimulai dari diri kita. Tuhan memberkati.

Ditulis oleh: Arliando Setiadi