Tips Untuk Menerima Komuni Kudus Dengan Pantas

Meski banyak perdebatan yang terjadi antara menerima Tubuh Kristus dengan lidah atau dengan tangan namun yang pasti yang harus diingat adalah kita harus menerima apa yang diberikan itu dengan penuh kasih dan sukacita. Pada saat kita menerima Komuni Suci, kita menyambut Kristus dalam diri kita — sama seperti Maria dan semua orang kudus yang melakukannya. Perasaan yang sama yang menghangatkan rumah tangga Yesus Maria dan Yosef di Nazareth selama berabad-abad yang lalu harus menerangi hati kita setiap kali kita menyambut Kristus di sini dan saat ini.

Setiap Misa adalah Kalvari. Namun setiap menerima Tuhan dalam Ekaristi mempunyai arti, Bethlehem: "rumah roti," tempat di mana Tuhan masuk ke dalam hidup kita, latar belakang kita, hati kita, tubuh kita. Kita harus menghargai itu ketika kita melangkah maju untuk menerima Komuni. Ketika Tuhan pertama kali mengunjungi dunia dan tinggal di antara kita sebagai seorang bayi, maka dia datang kepada kita saat ini dalam sepotong roti yang rapuh dan sederhana.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika kita melangkah maju menerima Komuni:

  1. Ketika berada dalam antrian, renungkanlah dengan singkat: apa yang sedang kita lakukan dan mengapa kita melakukan ini — dan siapa yang akan kita terima.
  2. Membuka diri kita untuk dipesonakan oleh Tuhan. Sungguh Tuhan itu luarbiasa!
  3. Santaplah Tubuh Kristus ketika kita menerimanya dari imam atau prodiakon saat itu juga. Jangan ambil dan pergi. Berapa kali imam atau prodiakon harus menghentikan umat yang menerima Tubuh Kristus karena mereka mengambilnya dan membawanya pergi tanpa menyatapnya segera di depan panti imam.
  4. Biarkan diri Anda diubah — dan bertumbuh dalam rahmat-Nya. Sebuah nyanyian pujian yang dikenal berjudul, “kita menjadi apa yang kita terima.” Renungkanlah ini.
  5. Patut kita selalu mengingat bahwa banyak orang-orang menyerahkan nyawa mereka untuk merayakan Misa dan menerima Tubuh Kristus. Banyak orang di belahan dunia lain sedang berada dalam keadaan yang sekarat untuk menerima Komuni. Lebih banyak lagi orang yang merindukan untuk dapat melakukannya namun karena sejumlah alasan, tidak bisa. Ini sesuatu hal yang tidak dilebih-lebihkan: apa yang kita terima dalam Komuni Suci adalah sebuah karunia dan mukjizat. Kita seharusnya tidak pernah menerima-Nya begitu saja. Ekaristi, bagaimanapun, berarti “syukur.” Jadi marilah kita bersama bersyukur – dan memanjatkan kemuliaan bagi Yang Esa yang telah membuat karunia rahmat-Nya yang Maha Agung ini tersedia untuk kita.

https://aleteia.org/blogs/deacon-greg-kandra/10-things-to-remember-when-receiving-communion/