Ekaristi: Kurban Yang Disukai Allah

Image result for isaac sacrifice stained glassSaudara-saudari yang terkasih, saya yakin cerita Abraham yang akan mempersembahkan Ishak sangat tidaklah asing bagi kita. Saat itu Ishak bertanya di mana domba yang akan dipersembahkan dan Abraham pun menjawab bahwa Allah akan menyediakan domba untuk dipersembahkan. Domba yang disediakan Allah bukanlah domba yang sembarangan. Allah menghendaki yang terbaik bagi Diri-Nya dan hanya Allah lah yang mampu menyediakan.

Bagi umat katolik, Domba yang disediakan Allah itu adalah Yesus Kristus (Allah Putera). Domba yang sempurna bagi persembahan pada Allah. Allah Putera memberikan Diri-Nya sendiri sebagai persembahan yang harum bagi Allah Bapa.

Lalu apa hubungan persembahan Yesus yang sempurna dengan Ekaristi? Mari kita lihat nubuat Nabi Maleakhi (Mal 1:11), Nabi Maleakhi bernubuat bahwa persembahan yang murni dan sempurna akan dilakukan mulai dari matahari terbit sampai pada terbenamnya. Di sini Sang Nabi merujuk pada persembahan kaum non Yahudi. Persembahan Yesus menyempurnakan persembahan anak-anak Israel sekaligus mengikutsertakan bangsa non-Yahudi dalam persembahan tersebut.

Saat Misa dirayakan, persembahan Yesus 2000 tahun lalu hadir di tengah-tengah kita. Saat Ekaristi dirayakan, mata kita memang “hanya” melihat Romo mempersembahkan roti dan anggur di atas altar. Namun mata iman kita melihat Yesus Sang Imam Agung mempersembahkan Diri-Nya dalam rupa roti dan anggur di atas Altar-Nya yang mana adalah Ia sendiri.

Maka dari itu saudara-saudari, Ekaristi terjadi bukan karena kita menghendakinya atau karena kehebatan kita melainkan karena Allah yang menghendakinya bagi Diri-Nya dan umat-Nya. Marilah kita menghayati Ekaristi dengan lebih sungguh.

Ditulis oleh: Arliando Setiadi