Sejarah Nama Gereja Katedral Singapura "Gembala Baik"

St Laurent Marie Joseph Imbert [1796-1839]Pada Peringatan Minggu Gembala Baik tahun ini, baik jika kita menelusuri kembali bagaimana Gereja Katedral Singapura memperoleh nama pelindung “Gembala Baik” dan apa sejarah dibalik itu semua.

Gereja Katolik tertua di Singapura itu berawal di tahun 1832 ketika para misionaris dari Serikat Misionaris Paris untuk Orang Asing atau Société des Missions Étrangères de Paris (MEP) memulai pelayanannya di rumah Denis Lesley MacSwiney dan berlanjut dengan didirikannya sebuah kapel yang bertempat di National Art Museum di Bras Basah Road (dahulu sekolah St Joseph Institution). Salah satu dari banyak misionaris MEP yang datang ke Singapura pada waktu itu adalah Fr Laurent Imbert, MEP. Beliau tiba pada tahun 1821 dan berkarya di Singapura sampai kurang lebih sekitar tahun 1836 sebelum beliau dipindahtugaskan ke Korea. Ketika kapel di lokasi SJI BrasBasah tersebut tidak dapat lagi menampung umat yang semakin banyak, maka didirikanlah sebuah gereja di lokasi Katedral saat ini dengan peletakkan batu pertama pada Pesta Tubuh dan Darah Kristus: 18 Juni 1843.

Pada 6 Juni 1847, di hadapan lebih dari 1.000 orang, gereja yang telah selesai dirancang oleh McSwiney diberkati dan dibuka oleh Pastor Jean-Marie Beurel yang telah menyelesaikan pembangunan gereja, bekerja tanpa lelah dan melakukan perjalanan sampai ke Filipina dan China untuk mengumpulkan dana. Gereja ini dinamakan Gereja Gembala Baik karena mengingat jasa-jasa Fr Laurent Imbert yang sebelumnya bertugas di Singapura dan akhirnya mati menjadi martir di Korea. Pada tahun 1888, gereja diangkat statusnya menjadi Gereja Katedral ketika Keuskupan Malaka dihidupkan kembali. Tetapi upacara konsekrasi dilakukan hanya pada 14 Februari 1897 oleh Uskup René Fée ketika Katedral akhirnya melunasi utang-utangnya yang timbul dari pembesaran gedung gereja pada akhir 1880-an.

Setelah sekilas membaca mengenai sejarah Katedral sendiri, mari sekarang kita membaca cerita tentang penamaan gereja ini sebagai Gereja Gembala Baik. Setahun setelah tanggal 26 April 1836, yaitu tanggal ditetapkannya Pastor Imbert sebagai Vikaris Apostolik Korea, ia kemudian mulai menyeberang ke Korea secara rahasia karena saat itu umat Kristen di Korea dianiaya oleh pemerintah setempat. Di tahun 1839, pihak berwenang disana bahkan memerintahkan semua orang Kristen untuk dibunuh. Melalui info yang diperoleh dari pihak mata-mata, Uskup Imbert dan orang-orang Korea yang pindah agama ditangkap pada tanggal 10 Agustus 1839. Menyadari bahwa ajalnya sudah dekat, Uskup Imbert merayakan misa sebelum menyerahkan dirinya. Begitu dia ditangkap, pihak berwenang tidak menyisakan waktu untuk menyiksa Uskup Imbert, berharap bahwa dia akan mengungkapkan keberadaan para misionaris asing lainnya. Namun karenai ia percaya bahwa dengan menyerahkan dirinya, ia akan menyelamatkan umat Katolik lainnya yang masih tersisa di Korea, Uskup Imbert menulis surat kepada dua misionaris lainnya, Pastor Pierre-Philibert Maubant dan Pastor Jacques-Honoré Chastan, yang bersembunyi. Dalam suratnya yang terkenal itu, Uskup Imbert menulis bahwa “Gembala yang Baik adalah orang yang menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.”

https://cathedral.catholic.sg/wp-content/uploads/sites/4/2016/05/800x600_CathedralNight.jpgArsitektur Gereja Katedral yang bercorak kuil-kuil Romawi mengingatkan kita pada dua gereja terkenal  di London, Inggris yaitu Gereja Saint Paul’s di Covent Garden, dan Saint Martin-in-the-Fields. Portiko-portiko bercorak neo-Palladian dan menara tinggi adalah fitur yang paling menonjol. Mezzanine gereja di bagian belakang mengakomodasi organ pipa tertua di Singapura, instrumen Bevington dan Son yang diberkati oleh Uskup Emile Barillon pada tahun 1912.

Gereja Katedral ini sempat ditutup untuk renovasi dan restorasi setelah tanggal 27 Oktober 2013 sampai akhir 2016 dimana struktural gereja diperbaiki dan juga meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada. Akhirnya pada tanggal 20 November 2016, Gereja Katedral dibuka kembali dan pada tanggal 14 Februari 2017 pada peringatan Hari Ulang Tahunnya yang ke 120, gereja Katedral kembali didedikasikan dengan sebuah Misa Agung dan Pemberkatan oleh Yang Mulia Uskup Agung Singapura, Mgr. William Goh.

Dari http://history.catholic.sg/cathedral-of-the-good-shepherd/ dan berbagai sumber